- KAI Daop 1 Jakarta mencatat 34 kejadian temperan di perlintasan sebidang selama periode Januari hingga Juni 2026.
- Jumlah kasus kecelakaan tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni sebanyak 23 kejadian.
- Insiden sepanjang semester pertama tahun 2026 ini menyebabkan sebanyak sembilan orang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat kenaikan jumlah kejadian temperan di perlintasan sebidang sepanjang Semester I 2026, meski mereka telah menutup 31 perlintasan liar di wilayah operasionalnya.
Berdasarkan data resmi yang diterima Suara.com, Selasa (30/6/2026), tercatat 34 kejadian temperan terjadi di perlintasan sebidang sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Angka tersebut naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Semester I 2025, yang mencatat 23 kejadian temperan.
Rincian kejadian pada 2026 meliputi 6 kasus di Januari, 8 kasus di Februari, 5 kasus di Maret, 7 kasus di April, 3 kasus di Mei, dan 5 kasus di Juni.
Dari 34 kejadian tersebut, sebanyak 9 orang dilaporkan meninggal dunia. Sedikit lebih rendah dibandingkan 11 korban jiwa pada Semester I 2025.
Kenaikan kasus ini terjadi di tengah upaya KAI Daop 1 Jakarta menutup perlintasan liar bersama pemerintah daerah, kepolisian, dan unsur kewilayahan.
Penutupan dilakukan di sejumlah wilayah yakni lima titik di Kabupaten Bogor; tiga titik di Serang, Kota Bekasi, Tangerang Selatan dan Kabupaten Sukabumi; dua titik di Kota Sukabumi, Kabupaten Karawang dan Cilegon; serta satu titik di Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, lima kota administrasi Jakarta dan Lebak.
“Ini merupakan bagian dari komitmen KAI Daop 1 Jakarta dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat. Perlintasan liar memiliki risiko tinggi karena tidak dilengkapi fasilitas keselamatan yang memadai, seperti palang pintu, rambu peringatan, maupun penjagaan resmi,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo.
Selain penutupan fisik, KAI Daop 1 Jakarta turut menggencarkan edukasi keselamatan kepada masyarakat melalui sosialisasi di titik-titik perlintasan sebidang.
Baca Juga: KAI Modernisasi Kereta Makan, 17 Unit M1 Hasil Modifikasi Telah Beroperasi
Franoto menegaskan, data kecelakaan tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama di jalur perlintasan kereta api.
“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, kepolisian, unsur kewilayahan, komunitas, dan masyarakat dalam mendukung penutupan perlintasan liar. KAI Daop 1 Jakarta akan terus hadir melalui edukasi, sosialisasi, dan penataan perlintasan agar risiko di jalur kereta api dapat ditekan bersama,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
Terkini
-
2.596 Warga Klaten Dientaskan dari Kemiskinan, Siap Hidup Mandiri
-
Kemendagri Perluas Digitalisasi Bansos ke 43 Daerah, Targetnya Berlaku Nasional
-
Kejari Jaksel Sebut Gugatan Roy Suryo Salah Sasaran: Urusan Penangkapan Itu Domain Polisi!
-
Kuasa Hukum Roy Suryo Kritik Jawaban Polda Metro Jaya, Sebut Argumentasi Hukumnya Kacau
-
Mendikdasmen Abdul Mu'ti Ajak Siswa Biasakan Cek Komposisi dan Tanggal Kedaluwarsa Makanan
-
Sandi Politik di Bumi Ruwa Jurai: Mengapa Jokowi Akhirnya Berseragam PSI?
-
Hakim Tolak Dalil 'Tak Ada Niat Jahat', Penyalahgunaan Wewenang Nadiem Makarim Terbukti
-
Berduka Atas Tewasnya 5 Peserta Latsarmil, Puan Maharani Dukung Kemhan Hapus Materi Militer
-
Puan Maharani Respons Safari Jokowi: Jaga Situasi Tetap Kondusif dan Tetap Adem
-
Kasus Pembubaran Ibadah GMS Bantul: Polda DIY Periksa 31 Saksi, Segera Tetapkan Tersangka!