-
Pilot Malaysia Airlines menyelundupkan 26 kilogram narkoba seorang diri tanpa bantuan orang dalam bandara.
-
Penangkapan di Bandara Soekarno-Hatta membongkar jaringan sindikat narkoba internasional di dua negara.
-
Pelaku mendapat bayaran hingga Rp220 juta dan positif mengonsumsi tiga jenis narkotika sekaligus.
Suara.com - Pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman nekat membawa 26 kilogram narkotika menembus ketatnya pemeriksaan Bandara Internasional Kuala Lumpur tanpa bantuan pihak luar. Aksi tunggal sang kapten terhenti begitu kakinya mendarat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Satuan tugas khusus dari Malaysia terbang langsung ke Jakarta untuk menginterogasi pelaku dan menguji keterlibatan otoritas penerbangan.Hasil pemeriksaan mengonfirmasi tidak ada oknum petugas yang membantu menyembunyikan barang haram tersebut.
Keterangan dari kepolisian Malaysia ini mematahkan spekulasi publik mengenai titik lemah pengamanan di bandara internasional mereka.
"Berdasarkan pemeriksaan kami, tidak ada indikasi keterlibatan orang dalam di KLIA. Dia bertindak seorang diri dalam melewati pemeriksaan keamanan," kata Hussein dikutip dari New Straits Times.
Penyidik kini memfokuskan penyelidikan pada taktik spesifik yang dipakai pelaku untuk mengelabui alat pemindai keamanan.
Rincian trik kelolosan tersebut sengaja dirahasiakan agar tidak memicu kejahatan serupa dan mengganggu proses hukum.
Bagaimana Pilot Ini Terhubung dengan Jaringan Narkoba Internasional?
Pemeriksaan marathon di Jakarta justru membuka kotak pandora mengenai peredaran narkotika lintas negara yang lebih besar.
Penerbang ini membocorkan deretan nama dan kelompok yang mengendalikan bisnis haram di Malaysia maupun Indonesia.
Baca Juga: Malaysia Airlines: Pilot yang Selundupkan Narkoba ke Jakarta Tidak Bawa Pesawat
"Dia telah memberikan informasi mengenai sejumlah sindikat yang beroperasi di Malaysia dan negara lain, termasuk Indonesia," ujar Hussein.
Tim penyidik NCID kini memburu anggota jaringan lain yang melatarbelakangi penerbangan gelap tersebut.
Aliran uang dan transaksi kejahatan antarnegara menjadi sasaran utama dalam pengembangan kasus ini.
Mengapa Pilot Malaysia Airlines Ini Bisa Tertangkap di Indonesia?
Langkah sang pilot terhenti pada 28 Juli 2026 saat petugas Bea Cukai dan Polisi memeriksa koper bawaannya di Soekarno-Hatta.
Petugas menemukan 15 paket besar yang berisi 70.114 butir pil ekstasi serta metamfetamin dalam jumlah masif.
Pria berusia 39 tahun tersebut tergiur imbalan menggiurkan hingga ratusan juta rupiah untuk sekali terbang membawa barang terlarang.
Penyelidikan awal mencatat aksi nekat ini merupakan kali kedua pelaku sukses menyelundupkan barang haram menembus perbatasan negara.
Pemeriksaan medis usai penangkapan makin memperberat posisi pelaku karena darahnya terkontaminasi amphetamin, ekstasi, dan kokain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
Terkini
-
5 Sepeda Lipat United Termurah yang Nyaman dan Praktis untuk Jangka Panjang
-
Pilot Malaysia Airlines Selundupkan Ekstasi ke Jakarta Tanpa Bantuan Orang Dalam Bandara
-
Sari Yuliati Tinjau Langsung Lokasi Gempa NTT, DPR Pastikan Penanganan Korban Berjalan Cepat
-
Tamansiswa Onthel Mardika, Mengulang Jejak Pawai Kemerdekaan Pertama Ki Hadjar Dewantara
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Momen Bendera Pusaka Diarak dari Monas ke Istana Merdeka
-
Detik-detik Sopir Truk Sumbu Pendek Hancurkan Kaca Bus Restu Panda di Madiun
-
Ketika Banyak WNI Berobat ke Penang, Apa yang Perlu Kita Benahi?
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Walkot Tangsel Naik Tank Saat HUT RI Kena Semprot Netizen: Jalan Benerin, Bukan Dadah-Dadah