Bisnis / Keuangan
Kamis, 02 Juli 2026 | 09:44 WIB
Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. [Antara]
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah 32 poin menjadi Rp17.984 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026.
  • Pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS akibat ekspektasi kenaikan suku bunga serta tekanan jual investor asing.
  • Berbeda dengan rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia justru mencatatkan penguatan terhadap dolar AS hari ini.

Suara.com - Rupiah belum menunjukkan tanda bangkit terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sore ini. Mata uang Garuda pun masih belum keluar dari zona merah.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah Kamis 2 Juli  2026  dibuka ke level Rp17.984  per dolar Amerika Serikat (AS).

Angka ini melemah 32 poin atau 0,18 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.52  per dolar AS.  Dalam hal ini,  Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan ini disebabkan dolar AS  yang menguat.

"Rupiah diperkirakan masih tertekan dolar AS di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS oleh ekspektasi kenaikan suku bunga oleh the Fed yg meningkat menjelang rilis data pekerjaan AS NFP malam ini," katanya saat dihubungi Suara.com.

Selain faktor global, dia menambahkan rupiah masih  tertekan dengan sentimen domestik. Sehingga, mata uang Garuda bisa kembali ke level Rp18.000.

"Sentimen domestik juga masih belum pulih dari tekanan jual investor asing. Range 17900-18050," ujarnya.

Ilustrasi mata uang asing. [Pixabay]

Pelemahan rupiah berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,21 persen. 

Diikuti, baht Thailand yang terkerek 0,07 persen. Berikutnya, yuan China terangkat 0,06 persen. Lalu, dolar Taiwan dan peso Filipina sama-sama menanjak 0,05 persen di pagi ini.

Kemudian, yen Jepang terapresiasi 0,04 persen dan dolar Singapura naik 0,03 persen. Disusul, dolar Hong Kong menguat tipis 0,01 persen terhadap the greenback.

Baca Juga: Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar

Load More