- Nilai tukar Rupiah melemah ke level Rp17.813 per dolar AS pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026 di pasar keuangan.
- Pelemahan terjadi akibat sikap waspada investor terhadap dinamika diplomasi Amerika Serikat-Iran serta ketidakpastian klasifikasi pasar modal domestik.
- Tekanan mata uang Rupiah turut dirasakan oleh mayoritas mata uang kawasan regional Asia yang mengalami tren pergerakan fluktuatif.
Suara.com - Nilai tukar Rupiah (IDR) terpantau langsung tergelincir ke zona merah begitu perdagangan di pasar keuangan resmi dibuka.
Berdasarkan data kompilasi dari Bloomberg pada Senin (22/6/2026) pagi, kurs rupiah dibuka merosot ke posisi Rp17.813 per dolar AS.
Nominal tersebut memperlihatkan pelemahan sebesar 9 poin atau setara 0,05 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada akhir pekan sebelumnya yang berada di level Rp17.804 per dolar AS.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa koreksi yang dialami rupiah kali ini sangat dipengaruhi oleh sikap pelaku pasar yang cenderung menahan diri. Menurutnya, fokus utama investor saat ini tertuju pada dinamika diplomasi internasional, khususnya kelanjutan pembicaraan damai antara pihak Amerika Serikat dan Iran.
"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi terhadap dolar AS, dengan investor masih memantau perkembangan pembicaraan pertama antara pejabat AS dan Iran di bawah perjanjian perdamaian sementara di Swiss," ungkap Lukman saat memberikan analisisnya kepada Redaksi Suara.com.
Selain dipicu oleh faktor eksternal, pergerakan nilai tukar domestik juga dibayangi oleh sentimen dari dalam negeri. Lukman menambahkan bahwa para penanam modal masih bersikap memantau situasi (wait and see) terkait kejelasan klasifikasi pasar modal di Indonesia.
Untuk perdagangan hari ini, pergerakan mata uang rupiah diproyeksikan akan bergulir pada kisaran rentang Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS.
Tekanan ini sendiri terjadi meski Bank Indonesia (BI) secara agresif telah menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar total 100 bps menjadi 5,75%.
Kebijakan pengetatan ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah dari gejolak global (seperti perang di Timur Tengah) dan menjaga inflasi tetap terkendali
Baca Juga: BBM di Indonesia Lebih Murah dari Singapura, tapi Apakah Lebih Terjangkau?
Tekanan terhadap mata uang lokal ternyata tidak terjadi secara tunggal. Mayoritas mata uang di kawasan regional Asia juga memperlihatkan tren pergerakan yang fluktuatif cenderung melemah pada sesi pembukaan pagi ini.
Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan catatan koreksi paling dalam setelah anjlok hingga 0,48 persen. Tren negatif tersebut kemudian diikuti oleh ringgit Malaysia yang ikut terperosok sebesar 0,25 persen.
Selanjutnya, peso Filipina dan yen Jepang juga tidak luput dari koreksi dengan pelemahan masing-masing sebesar 0,22 persen dan 0,18 persen.
Sementara itu, dolar Taiwan melorot tipis 0,08 persen, beriringan dengan dolar Singapura yang terdepresiasi sebesar 0,09 persen. Di sisi lain, performa berbeda ditunjukkan oleh baht Thailand yang berhasil merangkak naik ke zona hijau secara tipis dengan penguatan 0,03 persen.
Disclaimer: Informasi mengenai perkembangan nilai tukar rupiah, pergerakan kurs mata uang regional Asia, serta analisis pasar keuangan dalam artikel ini disajikan murni sebagai referensi berita korporasi dan edukasi finansial publik. Konten ini tidak memuat unsur rekomendasi resmi, ajakan, ataupun instruksi untuk melakukan aktivitas spekulasi dan transaksi valuta asing (valas). Segala risiko kerugian material yang diakibatkan oleh keputusan finansial sepenuhnya menjadi tanggung jawab mandiri dari masing-masing pelaku pasar.
Berita Terkait
-
Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih
-
Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Masih Nyaman di Level Rp17.804
-
Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Harga Emas Pegadaian: Antam Detaki Rp2,8 Juta per Gram, Disusul UBS dan Galeri24
-
Perundingan Damai AS-Iran Alot, Harga Minyak Dunia Naik Kembali ke USD80
-
IHSG Menghijau di Senin Pagi, Cek Saham yang Cuan
-
Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen
-
Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram
-
Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir
-
IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan
-
Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound
-
Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?
-
SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit