Bisnis / Makro
Kamis, 02 Juli 2026 | 10:15 WIB
Peserta PELITA bersama manajemen dan perwakilan Pemkab Halsel dan Harita Nickel. (Dok: Harita Nickel)
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Halmahera Selatan, Dr. Daud Djubaedi dalam Upacara Kelulusan PELITA Batch IV. (Dok: Harita Nickel)

Program PELITA sendiri adalah inisiatif yang terus berkembang. Sejak diluncurkan pada 2024, program ini telah menyelenggarakan beberapa gelombang pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan kompetensi yang dibutuhkan masyarakat. Batch 1 melatih 14 peserta menjadi operator wheel loader, sedangkan Batch 2 menghasilkan 28 operator overhead crane. Dari dua angkatan itu, sebanyak 42 tenaga kerja terampil berhasil dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan industri.

Pada 2025, program ini berkembang melalui Batch 3 berupa Program Vokasi Mandarin bagi pelajar. Sebanyak 22 siswa berhasil menyelesaikan program tersebut dan memperoleh dukungan pembelajaran berupa 90 buku HSK Level 1–3. Berbeda dengan batch sebelumnya yang berfokus pada pengoperasian alat berat, program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan bahasa asing sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Keberadaan PELITA mendapat apresiasi dari pemerintah daerah karena dinilai sejalan dengan upaya peningkatan kualitas tenaga kerja lokal. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Halmahera Selatan, Dr. Daud Djubaedi, menilai program ini memiliki nilai strategis bagi pembangunan daerah.

“PELITA ini merupakan sebuah program yang sangat strategis bagi upaya pemerintah daerah dalam melakukan peningkatan kompetensi terhadap tenaga kerja lokal kita, khususnya di Halmahera Selatan. Dengan program PELITA ini, peningkatan keahlian dan keterampilan pemuda yang saat ini sudah diperluas sampai ke area Halmahera Selatan lainnya. Ini merupakan upaya strategis yang dilakukan Harita Nickel, yang related dengan pencapaian indikator kinerja daerah untuk urusan ketenagakerjaan, yaitu terkait peningkatan produktivitas tenaga kerja lokal. Makanya, program ini sangat strategis bagi pemerintah kabupaten Halmahera Selatan dan tentunya bagi masyarakat Halmahera Selatan,” ujarnya.

Menurut Daud Djubaedi, inisiatif ini menunjukkan bagaimana dunia usaha dapat mengambil peran aktif dalam menjawab tantangan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.

“Jadi, ini sebuah inisiasi yang sangat luar biasa, terobosan yang dilakukan oleh Harita Nickel, karena dengan program ini, tentunya harapan kita terhadap keterbelakangan kompetensi tenaga kerja lokal kita bisa teratasi dan harapannya, tentunya bagi perusahaan-perusahaan lainnya bisa mengikuti dan bisa ini menjadi contoh untuk yang lainnya dalam upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal kita,” ulasnya.

Ia juga menilai bahwa upaya pengembangan SDM yang dilakukan Harita Nickel memperlihatkan keterkaitan yang kuat antara pembangunan industri dan pembangunan manusia.

“Jadi upaya Harita Nickel ini dalam kaitannya dengan hilirisasi pertambangan yang sudah dilakukan oleh Harita Nickel, saya melihat bahwa Harita Nickel tidak hanya fokus kepada pertambangannya, kepada hilirisasinya, industri pengolahannya, tapi juga ada upaya dari Harita Nickel untuk pengembangan Sumber Daya Manusia, khususnya dalam rangka menunjang produktivitas tenaga kerja yang ada di Harita Nickel dan umumnya bagi masyarakat yang ada di Halmahera Selatan,” lanjut Daud Djubaedi.

Upacara Kelulusan PELITA Batch IV. (Dok: Harita Nickel)

Di masa mendatang, pemerintah daerah berharap program serupa dapat diperluas agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan meningkatkan keterampilan dan daya saing.

Baca Juga: Harita Nickel Cetak Pendapatan Rp22,4 Triliun, Kuatkan Komitmen ESG Lewat Audit IRMA

“Frekuensinya harus ditambah, batchnya harus diperluas, jadi kami berharap program ini bisa lebih kolaboratif, jadi melibatkan pemerintah daerah secara khusus. Lalu, kemudian menjaring tenaga kerja lokal kita yang bisa ditingkatkan kompetensinya, bisa di reskilling atau di upskilling bagi yang sudah bekerja, dan ini merupakan secercah harapan bagi Halmahera Selatan, khususnya untuk tenaga kerja lokal,” tukasnya.

Melalui Program PELITA, Harita Nickel menunjukkan bahwa hilirisasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas industri dan peningkatan kapasitas produksi. Hilirisasi juga dapat menjadi sarana untuk membangun kapasitas manusia secara sistematis dan berkelanjutan. Dari lulusan SMA menjadi operator bersertifikat dalam empat bulan, para peserta PELITA membuktikan bahwa ketika akses terhadap pelatihan, sertifikasi, dan pengalaman kerja dibuka secara nyata, masyarakat lokal dapat tumbuh bersama industri dan mengambil peran penting dalam masa depan ekonomi daerahnya sendiri. ***

Load More