- PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk menerbitkan 996,67 juta saham baru melalui rights issue dengan total potensi dana Rp237,2 miliar.
- Pemegang saham per 10 Juli 2026 berhak atas HMETD untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan bisnis pembayaran digital.
- Dana hasil aksi korporasi digunakan untuk pelunasan utang afiliasi, kebutuhan modal kerja operasional, serta investasi belanja modal perusahaan.
Suara.com - PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) resmi menerbitkan Prospektus Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) setelah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Juni 2026.
Rights issue CASH, HMETD Cashlez, dan penguatan modal perusahaan fintech menjadi langkah strategis perseroan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung pengembangan bisnis pembayaran digital di Indonesia.
Melalui aksi korporasi tersebut, Perseroan menawarkan sebanyak 996.676.699 saham baru atau setara dengan 41,05 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PUT I.
Rights issue PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk ini dilakukan dengan nilai nominal Rp12 per saham dan harga pelaksanaan sebesar Rp238 per saham.
Apabila seluruh HMETD dilaksanakan oleh pemegang saham, Perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp237,2 miliar.
Berdasarkan prospektus, setiap pemegang 168 saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 10 Juli 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh 117 HMETD.
Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan yang telah ditetapkan.
Dua pemegang saham utama Perseroan, yakni Andri Wijono Sutiono dan Hasim Sutiono, juga menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi hak mereka.
Keduanya sekaligus bertindak sebagai pembeli siaga atas sisa saham yang tidak diambil pemegang saham lainnya dengan total komitmen pembelian hingga sekitar Rp77,2 miliar.
Baca Juga: cashUP Perkuat Ekosistem UMKM Digital, Satukan Pembayaran, Pembiayaan, dan Teknologi
Manajemen Perseroan menegaskan bahwa aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi bisnis sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar.
"Penawaran Umum Terbatas I ini dilakukan untuk memperkuat permodalan, mempercepat pelunasan sebagian utang, dan membuka ruang pengembangan layanan teknologi finansial dan pembayaran digital bagi merchant serta pelaku UMKM di seluruh Indonesia," ujar manajemen CASH dalam siaran pers, Jumat (3/7/2026).
Perseroan menjelaskan dana bersih hasil PUT I akan dimanfaatkan untuk memperkuat struktur keuangan dan mendukung ekspansi operasional.
Sekitar 45,44 persen dialokasikan untuk pelunasan sebagian kewajiban pokok, bunga, serta denda utang kepada PT Bara Alam Utama. Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi sekaligus transaksi material.
Selanjutnya, sekitar 41,32 persen dana akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung kebutuhan operasional Perseroan selama 12 bulan ke depan.
Alokasi tersebut mencakup biaya operasional bisnis utama, pemasaran dan pengembangan merchant, pengembangan teknologi informasi, infrastruktur operasional, hingga beban umum dan administrasi.
Sementara itu, sekitar 13,24 persen sisanya akan digunakan sebagai belanja modal (capital expenditure/capex) melalui investasi pada aset tetap guna meningkatkan kapasitas layanan serta memperkuat infrastruktur pendukung perusahaan.
Melalui rights issue CASH ini, Perseroan berharap memiliki struktur permodalan yang lebih sehat sehingga mampu mempercepat ekspansi layanan teknologi finansial, pembayaran digital, dan solusi transaksi bagi merchant serta UMKM di Indonesia.
Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi CASH di tengah pertumbuhan industri pembayaran digital nasional yang terus berkembang.
Berita Terkait
-
GMFI Siap Gelar Right Issue Sekaligus Inbreng Lahan dari API Rp 5,66 Triliun
-
PANI Siap Raup Rp16,7 Triliun dari Rights Issue
-
INET Umumkan Rights Issue Jumbo Rp1,78 Triliun, Untuk Apa Saja Dananya?
-
Transaksi COD Justru Meningkat di Era Digital, Ini Alasannya!
-
PANI Siapkan Rp16,1 Triliun Borong 44,1 Persen Saham CBDK
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS
-
Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp17.952
-
Jangan Borong, Harga Emas Antam Terus Meroket Jadi Rp2.651.000/Gram
-
IHSG Mulai Betah di Zona Hijau, Pagi Bergerak di Level 5.800-an
-
Dari Ratusan Perusahaan, Mengapa Danantara Hanya Buka Kinerja 11 BUMN?
-
Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri 24 Bisa Diborong!
-
Bukan Sekadar Dipangkas, Ini Alasan 240 BUMN Dikonsolidasikan
-
Minyak Dunia Stabil, Ekspor Minyak Arab Saudi Pulih: Harga BBM Bakal Turun Lagi?
-
CIMB Niaga Bidik Nasabah Keluarga untuk Perluas Layanan Keuangan Digital
-
Tekanan Pasar Tenaga Kerja AS Mereda, Investor Saham Bisa Lebih Tenang?