Bisnis / Keuangan
Jum'at, 03 Juli 2026 | 10:34 WIB
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk [CASH]
Baca 10 detik
  • PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk menerbitkan 996,67 juta saham baru melalui rights issue dengan total potensi dana Rp237,2 miliar.
  • Pemegang saham per 10 Juli 2026 berhak atas HMETD untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan bisnis pembayaran digital.
  • Dana hasil aksi korporasi digunakan untuk pelunasan utang afiliasi, kebutuhan modal kerja operasional, serta investasi belanja modal perusahaan.

Suara.com - PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) resmi menerbitkan Prospektus Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) setelah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Juni 2026. 

Rights issue CASH, HMETD Cashlez, dan penguatan modal perusahaan fintech menjadi langkah strategis perseroan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung pengembangan bisnis pembayaran digital di Indonesia.

Melalui aksi korporasi tersebut, Perseroan menawarkan sebanyak 996.676.699 saham baru atau setara dengan 41,05 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PUT I. 

Rights issue PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk ini dilakukan dengan nilai nominal Rp12 per saham dan harga pelaksanaan sebesar Rp238 per saham. 

Apabila seluruh HMETD dilaksanakan oleh pemegang saham, Perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp237,2 miliar.

Berdasarkan prospektus, setiap pemegang 168 saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 10 Juli 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh 117 HMETD. 

Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan yang telah ditetapkan.

Dua pemegang saham utama Perseroan, yakni Andri Wijono Sutiono dan Hasim Sutiono, juga menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi hak mereka. 

Keduanya sekaligus bertindak sebagai pembeli siaga atas sisa saham yang tidak diambil pemegang saham lainnya dengan total komitmen pembelian hingga sekitar Rp77,2 miliar.

Baca Juga: cashUP Perkuat Ekosistem UMKM Digital, Satukan Pembayaran, Pembiayaan, dan Teknologi

Manajemen Perseroan menegaskan bahwa aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi bisnis sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar.

"Penawaran Umum Terbatas I ini dilakukan untuk memperkuat permodalan, mempercepat pelunasan sebagian utang, dan membuka ruang pengembangan layanan teknologi finansial dan pembayaran digital bagi merchant serta pelaku UMKM di seluruh Indonesia," ujar manajemen CASH dalam siaran pers, Jumat (3/7/2026).

Perseroan menjelaskan dana bersih hasil PUT I akan dimanfaatkan untuk memperkuat struktur keuangan dan mendukung ekspansi operasional. 

Sekitar 45,44 persen dialokasikan untuk pelunasan sebagian kewajiban pokok, bunga, serta denda utang kepada PT Bara Alam Utama. Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi sekaligus transaksi material.

Selanjutnya, sekitar 41,32 persen dana akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung kebutuhan operasional Perseroan selama 12 bulan ke depan. 

Alokasi tersebut mencakup biaya operasional bisnis utama, pemasaran dan pengembangan merchant, pengembangan teknologi informasi, infrastruktur operasional, hingga beban umum dan administrasi.

Sementara itu, sekitar 13,24 persen sisanya akan digunakan sebagai belanja modal (capital expenditure/capex) melalui investasi pada aset tetap guna meningkatkan kapasitas layanan serta memperkuat infrastruktur pendukung perusahaan.

Cashlez Worldwide Indonesia (CASH). [Cashup]

Melalui rights issue CASH ini, Perseroan berharap memiliki struktur permodalan yang lebih sehat sehingga mampu mempercepat ekspansi layanan teknologi finansial, pembayaran digital, dan solusi transaksi bagi merchant serta UMKM di Indonesia. 

Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi CASH di tengah pertumbuhan industri pembayaran digital nasional yang terus berkembang.

Load More