Bisnis / Keuangan
Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:03 WIB
PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) sukses mengantongi pesanan jasa maklon hanya sehari setelah meresmikan fasilitas manufaktur barunya. Foto ist.
Baca 10 detik
  • MMIX langsung kantongi pesanan maklon sehari usai soft opening pabrik.
  • Pasar popok RI diproyeksi tumbuh 5,9% per tahun hingga 2035.
  • Pabrik MMIX ditargetkan mampu produksi 1,8 miliar popok per tahun.

Suara.com - Industri manufaktur Indonesia kembali menunjukkan daya tahannya di tengah ketidakpastian ekonomi global. Di saat ekspor produk manufaktur masih tumbuh positif, peluang baru juga terbuka lebar dari bisnis produk higienis yang permintaannya terus meningkat. Momentum ini langsung dimanfaatkan PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) yang sukses mengantongi pesanan jasa maklon hanya sehari setelah meresmikan fasilitas manufaktur barunya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor produk manufaktur Indonesia pada Januari 2026 mencapai US$18,51 miliar atau tumbuh 8,19 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas produksi nasional tetap ekspansif meski ekonomi global masih dibayangi berbagai tantangan.

Di sisi lain, prospek industri produk higienis juga semakin cerah. Berdasarkan riset pasar terbaru, nilai pasar popok di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar US$4,06 miliar pada 2025 dan diproyeksikan tumbuh rata-rata 5,9 persen per tahun hingga 2035. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya belanja rumah tangga untuk produk perawatan bayi, semakin luasnya jaringan distribusi, hingga meningkatnya permintaan terhadap produk dengan nilai tambah.

Melihat peluang tersebut, MMIX mulai memetik hasil dari strategi transformasi bisnisnya. Perseroan mengungkapkan telah menerima pesanan jasa original equipment manufacturer (OEM) atau maklon dari sejumlah perusahaan domestik hanya sehari setelah menggelar soft opening fasilitas manufaktur PT Multi Nice Paper Indonesia (MNPI).

Direktur Utama PT Multi Medika Internasional Tbk, Mengky Mangarek, mengatakan fasilitas produksi tersebut memang sejak awal dirancang tidak hanya memenuhi kebutuhan merek internal perusahaan, tetapi juga menjadi mitra manufaktur bagi berbagai perusahaan yang membutuhkan jasa produksi.

"Kami melihat kebutuhan jasa maklon untuk kategori hygiene terus meningkat. Karena itu, sejak awal kami membangun fasilitas ini bukan hanya sebagai basis produksi merek-merek MMIX, tetapi juga sebagai mitra manufaktur yang mampu memenuhi kebutuhan berbagai perusahaan dengan standar kualitas yang tinggi," ujar Mengky kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).

MNPI sendiri merupakan perusahaan patungan antara MMIX dan Fujian Nice Paper Co., Ltd. Kehadiran pabrik tersebut menjadi tonggak transformasi MMIX dari perusahaan yang sebelumnya berfokus pada distribusi menjadi perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) dengan fasilitas manufaktur terintegrasi.

Pabrik yang berdiri di atas lahan sekitar satu hektare di Tangerang itu telah dibekali lini produksi berteknologi tinggi dengan kapasitas sekitar 900 popok per menit. Dalam pengembangan tahap penuh, fasilitas tersebut dirancang memiliki hingga 10 lini produksi dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 1,8 miliar popok per tahun.

Dengan kapasitas sebesar itu, MMIX menargetkan tidak hanya memperkuat produksi merek sendiri, tetapi juga menjadi salah satu pemain penting dalam rantai pasok industri produk higienis nasional melalui layanan OEM.

Baca Juga: GAIKINDO Soroti Ketimpangan Stimulus Industri Otomotif dari Pemerintah

"Kepercayaan yang mulai kami terima sejak awal operasional menjadi awal yang baik bagi pengembangan bisnis manufaktur Perseroan," tutup Mengky.

Load More