Bisnis / Keuangan
Minggu, 05 Juli 2026 | 10:00 WIB
Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Rina]
Baca 10 detik
  • IHSG di Bursa Efek Indonesia terkoreksi ke level 5.875 pada penutupan perdagangan Jumat, 3 Juli 2026.
  • Kapitalisasi pasar BEI menurun menjadi Rp10.287 triliun akibat pelemahan indeks dan perlambatan seluruh aktivitas transaksi harian.
  • Investor asing mencatat beli bersih Rp6,08 miliar pada Jumat, namun akumulasi jual bersih tahun 2026 mencapai Rp74,42 triliun.

Suara.com - Nilai Kapitalisasi pasar atau Market Cap Bursa Efek Indonesia terus menurun hingga pekan ini. Penurunan ini seiring pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan yang kian merosot.

Data perdagangan BEI menunjukkan IHSG, erkoreksi sebesar 0,35 persen menjadi berada di level 5.875 pada penutupan perdagangan Jumat, 3 Juli 2026, dari level 5.896 pada pekan sebelumnya.

"Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami perubahan sebesar 0,14 persen menjadi Rp10.287 triliun dari Rp10.302 triliun pada penutupan pekan lalu," ujarnya Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

IHSG masih loyo pada pekan ini . [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]

Sementara, Aktivitas perdagangan saham turut mengalami perlambatan. Rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa turun sebesar 16,71 persen menjadi 1,44 juta kali transaksi, dari sebelumnya 1,73 juta kali transaksi per hari.

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan sebesar 30,35 persen menjadi 17,54 miliar lembar saham dari 25,18 miliar lembar saham  pada pekan sebelumnya.

Tidak hanya itu, rata-rata nilai transaksi harian Bursa juga terkoreksi sebesar 35,90 persen menjadi Rp11,27 triliun dibandingkan Rp17,58 triliun pada pekan sebelumnya.

Dari sisi aliran dana investor, investor asing pada perdagangan Jumat mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp6,08 miliar.

Meski demikian, secara akumulatif sepanjang tahun 2026, investor asing masih membukukan nilai jual bersih mencapai Rp74,42 triliun.

Baca Juga: Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda

Load More