Suara.com - Penguatan distribusi pangan penting untuk menjaga ketersediaan pasokan, memperluas akses masyarakat, dan meningkatkan efisiensi rantai pasok. Mendukung upaya tersebut, Holding BUMN Pangan ID FOOD meluncurkan platform Warung Pangan dengan penguatan eksosistem perdagangan, digitalisasi, perencanaan distribusi, analisis pasar, dan pemantauan cadangan pangan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo, usai peluncuran Warung Pangan yang dilakukan oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq bersama Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa dan Sekretaris Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Bambang Wisnu Subroto, pada Senin (20/7/2026) di Jakarta. Menurutnya, program tersebut dikembangkan sejalan dengan arahan Danantara untuk memperkuat perdagangan pangan melalui pemanfaatan teknologi dan pengelolaan data terintegrasi.
“Warung Pangan di ID FOOD Group saat ini, diperkuat sebagai ekosistem distribusi yang lebih terstruktur dan berbasis data, mulai dari perencanaan pasokan, penyaluran produk, hingga pemantauan kebutuhan pasar,” ujarnya.
Ia menjelaskan pada tahap awal dengan skema penguatan ekosistem ini, peluncuran dilakukan serentak melalui 32 Stok Poin dan 640 Mitra Warung Pangan yang tersebar di pasar tradisional di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Selanjutnya, akan terus dikembangkan secara bertahap dengan target 15.360 Warung Pangan di seluruh Indonesia sampai dengan Desember 2026.
“Model distribusinya dibangun secara berjenjang. Stok Poin Warung Pangan sebagai jaringan Tier 1 berperan sebagai titik layanan dan distribusi, sedangkan Mitra Warung Pangan sebagai Tier 2 mendekatkan produk kepada konsumen,”
Menurutnya, skema tersebut diharapkan dapat memperlancar pasokan, memperpendek jalur distribusi, serta menjadikan Mitra Warung Pangan sebagai outlet layanan pangan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Program ini juga disiapkan untuk mendukung dan memperkuat berbagai program pangan pemerintah yang telah berjalan melalui jaringan distribusi yang saling terhubung. “Pada tahap awal, tersedia sekitar 12 stock keeping unit atau SKU, antara lain produk pangan pokok seperti minyak goreng premium, beras premium, gula, serta berbagai produk aneka pangan,” paparnya.
Ghimoyo menambahkan, pelaksanaan program Warung Pangan juga dijalankan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dan PT Rajawali Nusindo sebagai anak perusahaan ID FOOD yang bergerak di sektor perdagangan. Setiap proses transaksi melalui jaringan Warung Pangan akan menghasilkan data penjualan dan pergerakan produk yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar penguatan distribusi.
“Data transaksi dan pergerakan produk akan digunakan untuk membaca pola permintaan, menentukan produk prioritas, dan mengidentifikasi wilayah yang memerlukan penguatan pasokan. Hal ini penting untuk memperkuat posisi perusahaan yang semakin fokus pada lini bisnis perdagangan dan logistik pangan,” ungkapnya.
Baca Juga: Harga Pangan Kembali Naik, Cabai Merah Besar Melonjak Hampir 19 Persen
Setelah peluncuran Warung Pangan upgrade di Jabodetabek, program ini akan dioptimalkan melalui 43 cabang di berbagai wilayah dengan mempertimbangkan kesiapan jaringan dan kebutuhan masing-masing daerah. Dimana telah terdaftar dalam jaringan ini sejumlah lebih dari 8.000 Mitra yang selanjutnya secara massive dilakukan aktivasi Kembali dalam ekosistem yang baru.
“Warung Pangan diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat bisnis perdagangan dan logistik pangan, mendukung distribusi yang lebih efisien, memperluas jaringan pasar, serta meningkatkan akses terhadap produk pangan,” terangnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, keberadaan inovasi Warung Pangan yang dikelola ID FOOD diharapkan dapat menjadi infrastruktur distribusi yang masif sehingga berkontribusi menjaga keterjangkauan dan stabilitas harga pangan.
Menurutnya, Warung Pangan menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga harga pangan. Keberadaannya diharapkan dapat membantu melakukan intervensi ketika terjadi ketidakstabilan harga di pasar.
“ID FOOD mengemban dua agenda penting, yaitu menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan pangan, sekaligus menjalankan fungsi bisnis sebagai badan usaha perdagangan pangan yang mampu menghasilkan keuntungan melalui pengelolaan komoditas bersubsidi maupun produk komersial,” ujarnya. ***
Berita Terkait
-
Harga Pangan Kembali Naik, Cabai Merah Besar Melonjak Hampir 19 Persen
-
DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
-
Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak di 43 Titik, Dorong Swasembada Pangan dan Hilirisasi
-
Tambah Armada dan Dikawal TNI - Polri, Antrean BBM di Sumatra Diklaim Mulai Normal
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Turun, Beras dan Gula Justru Naik
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
PPA Sulsel: Pelaku Kekerasan Anak Harus Diproses Hukum
-
Dampingi UMKM hingga Raih Izin Resmi, Inilah Upaya BRI Perkuat Ekonomi Lokal
-
Potret Akses Pendidikan di Aceh Barat, Guru dan Siswa Seberangi Sungai Lewat Kabel Baja
-
Cara Cabut Berkas Motor Terbaru, Ini Syarat dan Langkah Praktisnya Biar Nggak Ribet
-
Oppo Find X10 Series Dikabarkan Direvisi, Pro Max Berpotensi Gantikan Varian Ultra
-
Dikira Rehat Saat Cari Nafkah, Sopir Truk Tebu di Malang Ditemukan Meninggal dalam Kabin
-
Mengejar Pajak Motor Sampai Pertamina, Giliran Koruptor Hanya Kias Semata
-
4 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Melimpah Hari ini 21 Juli 2026
-
Sering Delay? INACA Ungkap Mengapa Penerbangan di Indonesia Begitu 'Unik' dan Sulit Tepat Waktu
-
Leandro Paredes Cekik Pemain Spanyol, FIFA Janjikan Investigasi Mendalam