Bisnis / Keuangan
Kamis, 23 Juli 2026 | 09:56 WIB
Rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah menguat 10 poin ke level Rp17.907 terhadap dolar AS pada 23 Juli 2026.
  • Penguatan rupiah dipicu oleh sentimen domestik dari keputusan Bank Indonesia menahan suku bunga 5,75 persen.
  • Mayoritas mata uang di Asia turut mencatatkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan pagi ini.

Suara.com - Rupiah mulai bangkit terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan pagi ini.  Hal itu juga terlihat dari  mata uang Asia mayoritas menguat.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah Kamis 23 Juli  2026 dibuka ke level Rp 17.907 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menguat 10 poin atau 0,06 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.917  per dolar AS.  

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan ini disebabkan membaiknya sentimen domestik. Salah satunya keputusan BI dalam menahan suku bunga di level 5,75 persen.

"Dari RDG BI kemarin, walau mempertahankan tingkat suku bunga, namun langkah BI memberi insentif baru yang diantaranya mengurangi biaya transaksi lindung nilai valuta asing dengan bank sentral dan mendorong penggunaan mata uang selain dolar AS bisa mendukung rupiah. Range 17850-18000," katanya saat dihubungi Suara.com.

Ilustrasi mata uang asing. [Pixabay]

Namun, penguatan akan terbatas seiring tingginya harga minyak dunia. Lantaran perseteruan Amerika dan Iran masih memanas.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah harga minyak yang kembali naik oleh tensi geopolitik di Timur Tengah," bebernya.

Sementara itu di Asia, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS pagi ini. Won Korea mencatat penguatan terbesar yakni 0,67 persen. Disusul dolar Taiwan yang menguat 0,49 persen, dolar Singapura menguat 0,11 persen yuan China menguat 0,08 persen, yen Jepang menguat 0,06 persen. 

Lalu baht Thailand menguat 0,02 persen peso Filipina menguat 0,02 persen. Diikuti  dolar Hong Kong menguat 0,001 persen terhadap dolar AS.

Baca Juga: BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi

Load More