Bisnis / Keuangan
Jum'at, 24 Juli 2026 | 09:09 WIB
Ilustrasi logo Bank Jago. [Antara]
Baca 10 detik
  • PT Bank Jago Tbk mencatatkan kinerja keuangan solid dengan laba bersih mencapai Rp189 miliar pada semester I-2026.
  • Jumlah nasabah Bank Jago meningkat menjadi 20,1 juta orang serta mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga hingga Rp27,6 triliun.
  • Penyaluran kredit Bank Jago meningkat 24 persen menjadi Rp26,6 triliun berkat kolaborasi erat bersama mitra ekosistem strategis.

Suara.com - PT Bank Jago Tbk mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang semester I-2026.

Peningkatan jumlah nasabah, dana pihak ketiga (DPK), penyaluran kredit, hingga laba bersih menjadi penopang pertumbuhan bank berbasis teknologi tersebut di tengah ekspansi bisnis yang berkelanjutan.

Hingga akhir Juni 2026, Bank Jago telah melayani 20,1 juta nasabah, termasuk 14,7 juta nasabah funding yang menggunakan Aplikasi Jago.

Jumlah tersebut bertambah hampir 3 juta nasabah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 17,2 juta nasabah.

Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris, mengatakan pertumbuhan bisnis perseroan didorong oleh inovasi produk dan layanan digital serta kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.

"Sebagai bank berbasis teknologi, pertumbuhan bisnis ini tidak lepas dari inovasi produk dan layanan kami serta kolaborasi kuat dengan mitra ekosistem strategis," ujar Arief Harris dalam siaran pers yang diterima, Jumat (24/7/2026).

Dia menjelaskan, dengan begitu Bank Jago mampu menghadirkan solusi keuangan yang relevan bagi berbagai segmen nasabah, sekaligus membangun fundamental yang solid untuk pertumbuhan di masa depan.

Pertumbuhan jumlah nasabah turut mendorong penghimpunan dana pihak ketiga. Hingga akhir semester I-2026, total DPK Bank Jago mencapai Rp27,6 triliun, meningkat 23 persen dibandingkan Rp22,4 triliun pada akhir Juni 2025.

Komposisi DPK masih didominasi dana murah atau current account and savings account (CASA) yang mencapai 53 persen atau senilai Rp14,6 triliun, sedangkan deposito menyumbang 47 persen atau sekitar Rp13,1 triliun.

Baca Juga: Spektrum Baru Bikin Internet Lebih Cepat hingga Pelosok, Telkomsel Siapkan Lompatan Jaringan 5G

Di sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Jago mencapai Rp26,6 triliun, meningkat 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp21,4 triliun.

Perseroan juga menjaga kualitas aset dengan rasio non-performing loan (NPL) gross sebesar 0,8 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional.

Menurut Arief, pertumbuhan kredit masih ditopang kolaborasi dengan berbagai mitra ekosistem, termasuk platform digital dan perusahaan pembiayaan.

"Kami berkomitmen terus menjalankan kolaborasi bisnis dan penyaluran kredit yang telah terbangun baik selama lima tahun terakhir. Pada saat yang sama kami juga mengembangkan penyaluran kredit secara langsung kepada nasabah melalui konsep pembiayaan yang bertanggung jawab untuk menjangkau segmen nasabah yang lebih luas," jelasnya.

Bank Jago juga memperkuat ekosistem digital melalui integrasi dengan Bibit dan Stockbit.

Hingga akhir Juni 2026, lebih dari 3,6 juta nasabah Aplikasi Jago telah terhubung dengan kedua platform tersebut sehingga dapat berinvestasi secara langsung pada produk reksa dana, obligasi, maupun saham.

Load More