Bisnis / Keuangan
Jum'at, 24 Juli 2026 | 09:09 WIB
Ilustrasi logo Bank Jago. [Antara]
Baca 10 detik
  • PT Bank Jago Tbk mencatatkan kinerja keuangan solid dengan laba bersih mencapai Rp189 miliar pada semester I-2026.
  • Jumlah nasabah Bank Jago meningkat menjadi 20,1 juta orang serta mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga hingga Rp27,6 triliun.
  • Penyaluran kredit Bank Jago meningkat 24 persen menjadi Rp26,6 triliun berkat kolaborasi erat bersama mitra ekosistem strategis.

Selain itu, Bank Jago menghadirkan fitur Rapor Kredit pada Aplikasi Jago untuk membantu nasabah memahami kondisi kesehatan kredit mereka secara lebih mudah, transparan, dan komprehensif.

Ilustrasi Bank Jago (Antara)

Fitur tersebut diharapkan dapat mendorong pengambilan keputusan pembiayaan yang lebih bertanggung jawab sesuai kemampuan finansial masing-masing nasabah.

Dari sisi kinerja keuangan, total aset Bank Jago mencapai Rp41,4 triliun hingga akhir Juni 2026 atau tumbuh 28 persendibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp32,4 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan aset, laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) meningkat menjadi Rp189 miliar, naik 49 persen dibandingkan Rp127 miliar pada semester I-2025.

Permodalan Bank Jago juga tetap kuat dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 28,4 persen, yang dinilai memberikan ruang bagi perseroan untuk terus mengembangkan inovasi, memperluas kolaborasi, dan mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Menutup paparannya, Arief menegaskan Bank Jago akan terus memperkuat posisinya sebagai bank berbasis teknologi yang memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

"Kami ingin Bank Jago dikenal bukan hanya sekadar bank di saku nasabah tetapi menjadi bank berbasis teknologi yang membantu nasabah, mitra ekosistem, dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan kesempatan tumbuh mereka secara bersama-sama melalui inovasi dan kolaborasi yang berdampak positif di masa depan," pungkas Arief.

Load More