Bisnis / Keuangan
Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB
IHSG Masih Loyo pada penutupan hari ini. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • IHSG ditutup melemah 1,88 persen ke level 6.169 pada akhir perdagangan Jumat, 24 Juli 2026.
  • Pelemahan IHSG dipicu aksi ambil untung akibat sentimen kenaikan harga minyak mentah dan tambahan tarif impor Amerika Serikat.
  • Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji area 6.000 hingga 6.100 pada pekan depan akibat tekanan sentimen global.

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dalam tren negatif, hingga akhir perdagangan, Jumat, 24 Juli 2026. IHSG ditutup melemah 118,88 poin atau 1,88 persen ke level 6.169.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG meloyo imbas dari penguatan harga minyak mentah dunia serta tambahan tarif impor Amerika Serikat (AS) terhadap produk Indonesia menjadi sentimen yang memicu aksi ambil untung (profit taking) di pasar saham.

Sepanjang perdagangan, indeks sempat dibuka di level 6.267, menyentuh level tertinggi 6.269, dan terendah di 6.159.

Sebelumnya, pada pekan ini IHSG sempat menembus level 6.400 secara intraday. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan setelah investor memilih merealisasikan keuntungan di tengah kenaikan harga minyak mentah.

IHSG Masih Loyo pada penutupan hari ini. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Phintraco Sekuritas menjelaskan, seluruh sektor mengalami pelemahan dengan tekanan terbesar berasal dari sektor cyclical yang turun 3,04 persen.

"Konflik di Timur Tengah jika berkepanjangan dikhawatirkan akan membuat harga minyak bertahan di level tinggi dalam waktu lama, yang akan berakibat pada meningkatnya kembali laju inflasi global. Menambah sentimen negatif, AS memberlakukan tambahan tarif impor 10% atas produk asal Indonesia," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Dari sisi teknikal, IHSG ditutup di bawah level MA5, namun masih bertahan di atas MA10. Histogram positif MACD terus menyempit, sementara Stochastic RSI berbalik arah menuju area pivot.

Dengan kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji area 6.000-6.100 pada pekan depan apabila harga minyak mentah masih bertahan di level tinggi.

Data Perdagangan IHSG

Baca Juga: Investor Cari Cuan di Saham Konglo, IHSG Tertekan ke Level 6.200 pada Sesi I

  • IHSG: 6.169 (-118,88 poin / -1,88 persen)
  • Pembukaan: 6.267
  • Tertinggi: 6.269
  • Terendah: 6.159
  • Nilai transaksi: Rp17,55 triliun
  • Volume transaksi: 34,71 miliar saham
  • Frekuensi transaksi: 2.196.803 kali

Saham Top Value

  • BMRI: Rp4.130 (-5,71 persen)
  • TPIA: Rp2.100 (-3,23 persen)
  • BBCA: Rp6.275 (0,00 persen)

Saham Top Volume

  • BUMI: Rp171 (-6,56 persen)
  • BNBR: Rp105 (-2,78 persen)
  • COCO: Rp120 (-14,89 persen)

LQ45 Top Gainers

  • AKRA: Rp1.445 (+2,48 persen)
  • ISAT: Rp1.950 (+0,78 persen)
  • JPFA: Rp2.130 (+0,47 persen)

LQ45 Top Losers

  • CUAN: Rp700 (-7,28 persen)
  • BUMI: Rp171 (-6,56 persen)
  • DEWA: Rp442 (-6,36 persen)

Jakarta Islamic Index (JII) Top Gainers

  • JPFA: Rp2.130 (+0,47 persen)
  • UNVR: Rp1.685 (+0,30 persen)
  • ADRO: Rp2.540 (0,00 persen)

Jakarta Islamic Index (JII) Top Losers

  • ARCI: Rp1.055 (-7,05 persen)
  • ENRG: Rp1.450 (-6,75 persen)
  • BUMI: Rp171 (-6,56 persen)

Sektor dengan Pelemahan Terbesar

  • IDX Cyclical: -3,04 persen
  • IDX Basic Materials: -3,02 persen
  • IDX Energy: -2,82 persen

Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Load More