- PT Indosterling Technomedia (TECH) akan melakukan *rights issue* dengan menerbitkan 502,52 juta saham baru demi penguatan struktur permodalan.
- Perseroan akan meminta persetujuan RUPSLB pada 18 Desember 2025 untuk pelaksanaan aksi korporasi tersebut.
- Dana bersih *rights issue* akan diprioritaskan untuk pemulihan kinerja, pengembangan usaha, dan pemenuhan kewajiban perusahaan.
Suara.com - PT Indosterling Technomedia Tbk. (TECH) mengumumkan rencana strategis untuk memperkuat struktur permodalannya melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Perseroan berencana menerbitkan sebanyak 502,52 juta saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham.
Rencana rights issue ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 18 Desember 2025.
Setelah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelaksanaan aksi korporasi ini akan dilakukan paling lambat dalam jangka waktu 12 bulan.
Manajemen TECH menegaskan bahwa seluruh dana bersih yang terkumpul dari pelaksanaan rights issue (setelah dikurangi biaya emisi saham) akan dialokasikan untuk beberapa tujuan penting guna mendorong pemulihan dan pertumbuhan perusahaan.
Prioritas utama penggunaan dana meliputi:
- Pemulihan Kinerja: Memulihkan kinerja keuangan dan operasional perseroan yang sempat terpengaruh oleh kondisi tech winter.
- Pengembangan Bisnis: Mempersiapkan pengembangan kegiatan usaha baru.
- Pemenuhan Kewajiban: Memenuhi kewajiban kepada pihak-pihak ketiga.
- Peningkatan Kapasitas: Melakukan rekrutmen karyawan, serta mempersiapkan sarana dan prasarana, khususnya tempat kegiatan usaha baru.
Jika masih terdapat sisa dana setelah memenuhi kebutuhan utama tersebut, perseroan berencana menggunakannya untuk membiayai kebutuhan lainnya yang mendukung pertumbuhan kegiatan usaha perseroan di masa mendatang.
Manajemen TECH memastikan bahwa aksi rights issue ini bukan merupakan transaksi material maupun transaksi afiliasi sesuai dengan ketentuan POJK yang berlaku.
Namun, perseroan mengingatkan adanya dua potensi utama bagi pemegang saham:
Baca Juga: Meski Dihantam Aksi Ambil Untung, IHSG Ditutup Tetap di Level 8.600
Dilusi Kepemilikan: Pemegang saham yang memilih untuk tidak menggunakan haknya akan mengalami dilusi kepemilikan secara proporsional.
Perubahan Pengendalian: Potensi perubahan pengendalian dapat terjadi jika terdapat saham sisa yang tidak terserap dan kemudian diambil alih oleh pembeli siaga (standby buyer).
Dengan struktur permodalan yang lebih kuat pasca rights issue, perseroan diharapkan mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang positif.
Hal ini akan memungkinkan pengembangan kegiatan usaha baru, terpenuhinya kewajiban, serta tersedianya sumber daya (karyawan, sarana, dan prasarana) yang layak untuk menunjang kinerja perseroan secara optimal.
Pada Jumat lalu, saham TECH stagnan di angka Rp 50.
Rencana rights issue ini diambil di tengah fluktuasi kinerja keuangan TECH. Data menunjukkan laba bersih perseroan sempat mengalami penurunan dari tahun 2021 ke 2022 (dari Rp5,9 Miliar menjadi Rp3,2 Miliar), sebagian besar dipengaruhi oleh fenomena tech winter yang berdampak pada banyak perusahaan teknologi dan modal ventura.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Harga Emas Pegadaian Turun Signifikan Hari Ini
-
Ishizuka Maspion Resmi Operasikan PLTS Atap di Surabaya
-
Bank Jago Sulap Tirai Warteg Ramadan Jadi Lahan Cuan UMKM
-
Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik: Saya Cukup Pintar Kok!
-
Bursa Saham AS Berbalik Menguat di Tengah Anjloknya Harga Minyak Dunia
-
Cara Hemat Pulang Kampung Tanpa Bikin Dompet Bolong
-
Bank BPR Koperindo Dicabut Izinnya, LPS Siapkan Pembayaran Simpanan Nasabah hingga Juli 2026
-
Nadiem Sebut Angka Rp6 Triliun di SPT Pajak Adalah Nilai Saham Sejak 2015
-
BEI Hadirkan Mode Syariah di IDX Mobile, Investor Tembus 220 Ribu
-
Purbaya Bela Bahlil, Klaim Stok Minyak RI 20 Hari Masih Aman