- PT Amman Mineral Nusa Tenggara menjalankan Program Pengelolaan Sampah Sekolah untuk siswa di Kabupaten Sumbawa Barat sejak tahun 2022.
- Program tersebut berhasil mengelola lebih dari 150 ton sampah organik dan memproduksi 50 ton kompos bernilai ekonomi tinggi.
- Inovasi pengelolaan sampah ini mendatangkan manfaat ekonomi dan lingkungan serta meraih penghargaan tertinggi dalam ajang Lestari Awards 2026.
Suara.com - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) mengungkapkan pengelolaan sampah bisa menciptakan nilai ekonomi ekonomi yang tinggi bagi masyarakat. Bahkan, masyarakat bisa cuan hingga empat kali lipat jika mengelola sampah dengan benar.
AMMAN membeberkan Program Pengelolaan Sampah Sekolah (PPSS) yang mencatat Social Return on Investment (SROI) sebesar 4,09. Artinya, setiap Rp1 yang diinvestasikan dalam program tersebut mampu menghasilkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan senilai Rp4,09.
Program PPSS menghubungkan pendidikan lingkungan dengan konsep ekonomi sirkular melalui pelibatan siswa SD dan SMP di Kabupaten Sumbawa Barat. Melalui program tersebut, para siswa diajak memahami bahwa sampah bukan sekadar limbah yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali.
Vice President Policy & Permitting dan Social Impact AMMAN, Priyo Pramono mengatakan, PPSS dirancang untuk memperkuat peran sekolah sebagai pusat pembelajaran sekaligus membangun perubahan perilaku dalam pengelolaan lingkungan.
“Dengan program ini, AMMAN turut membangun ekosistem yang mengembangkan generasi muda masa depan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan," ujarnya Rabu (29/7/2026).
Program tersebut memadukan edukasi, penyediaan infrastruktur, dan penerapan ekonomi sirkular. Guru mengintegrasikan materi pengelolaan sampah ke dalam proses pembelajaran, sementara siswa terlibat langsung dalam pengelolaan sampah menggunakan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).
Dalam praktiknya, sampah organik dipilah dan diolah melalui Rumah Kompos (RUMPOS) menjadi POSTA (Pupuk Organik Sekolah Kita). Kompos tersebut kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah, masyarakat, sektor pertanian, hingga kegiatan reklamasi di wilayah operasional AMMAN.
Sejak dijalankan pada 2022, PPSS berkembang dari dua sekolah percontohan menjadi enam sekolah aktif yang melibatkan ribuan siswa, guru, orang tua, masyarakat, serta didukung puluhan relawan karyawan AMMAN.
Selama periode 2022 hingga 2025, program tersebut berhasil mengelola lebih dari 150 ton sampah organik dan menghasilkan lebih dari 50 ton kompos POSTA. Selain itu, PPSS juga berhasil menghindari emisi karbon hingga 11 ton sepanjang 2025.
Baca Juga: UMKM Berbasis Ekonomi Sirkular Makin Dilirik, Limbah Disulap Jadi Sumber Cuan
Atas inovasinya tersebut, Amman meraih penghargaan tertinggi untuk kategori ‘Waste Management’ dalam ajang Lestari Awards 2026 melalui Program Pengelolaan Sampah Sekolah (PPSS) sebagai katalis ekonomi sirkular.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Dari Investasi Pengelolaan Sampah, Masyarakat Justru Cuan 4 Kali Lipat
-
Drama Awaken, Penyelidikan di Balik Eksperimen Terlarang Para Kaum Elite
-
Harga Suzuki XL7 Terbaru Diumumkan di GIIAS 2026, Termurah Rp 270 Jutaan
-
Jadwal Perempat Final VNL Putra 2026 Hari Ini: Jepang Hadapi China, Slovenia Ditantang Turki!
-
Bukan Cuma Listrik, Transjakarta Bakal Pakai Bahan Bakar Hidrogen! Ini Bocoran Pramono Anung
-
Kembali ke Batavia: Kenangan Bersama di Batavia, Tahun 1930
-
BLT Kesra Juli 2026 Sudah Cair Belum? Ini Klarifikasi dari Pemerintah
-
PLTS 100 GW akan Mulai Dibangun, IESR: Jangan Lupakan Akses Listrik di desa
-
Polres Pasuruan Gagalkan Peredaran 41 Paket Sabu, Empat Tersangka Dibekuk
-
Antara Takut dan Bingung, Curhat Warga Jepang Sambut Masjid Pertama di Fujisawa