Bisnis / Keuangan
Selasa, 28 Juli 2026 | 09:22 WIB
UMKM Mulai melirik bisnis berbasis ekonomi sirkular dengan pengelolaan limbah. [ist]
Baca 10 detik
  • Program Ngabedahkeun Walahar di Cikampek, Jawa Barat, memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai tambah ekonomi.
  • Kolaborasi multipihak termasuk Pertamina Patra Niaga dan warga berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
  • Inovasi pengelolaan sampah tersebut sukses mendorong kemandirian warga dan menggerakkan perekonomian lokal.

Suara.com - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya fokus pada makanan dan minuman saja, tetapi ada yang mulai berbasis ekonomi sirkular.

Ekonomi sirkular merupakan, model bisnis yang memanfaatkan bahan baku produknya yang bisa didaur ular, sehingga dikenal sumber daya berputar.

Salah satu ekonomi sirkular yaitu, pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah, UMKM tidak hanya membantu mengurangi persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan warga.

Misalnya, terlihat di Program Ngabedahkeun Walahar di Cikampek, Jawa Barat. Program ini mengembangkan potensi lokal dengan memanfaatkan limbah agar memiliki nilai ekonomi, sekaligus melibatkan masyarakat, pelaku UMKM, komunitas, hingga tokoh penggerak atau local heroes.

Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga, Siti Zahra Aghnia, menilai inovasi pengelolaan limbah tersebut menjadi bukti bahwa potensi lokal mampu memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan.

Ekonomi Sirkular.

"Di Walahar kami melihat bagaimana waste dimanfaatkan dengan baik. Harapannya, inovasi seperti ini bisa terus berjalan dan manfaatnya semakin luas bagi warga sekitar," ujar Siti seperti dikutip, Selasa (28/7/2026).

Selain mendorong ekonomi lokal, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, komunitas, dan pelaku UMKM dinilai menjadi kunci keberhasilan pemberdayaan. Sinergi tersebut membuat program tidak berhenti sebagai bantuan sosial, melainkan berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Patra Niaga Dewi Kurnia Salwa mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat program sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.

"Ke depan, CSR Pertamina Patra Niaga akan difokuskan untuk lebih bermanfaat bagi masyarakat dan yang paling penting adalah bagaimana kami bisa hadir untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat," ujar Dewi.

Baca Juga: Pertamina Dukung Penuh UMKM, Produk Lokal Kini Hadir di Semua Penerbangan Pelita Air

Dampak program juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha dan masyarakat setempat. Enjang Ramdani, salah satu local hero Program Ngabedahkeun Walahar, mengatakan kegiatan tersebut telah membantu menggerakkan roda perekonomian warga.

"Setelah ada program ini, pendapatan masyarakat meningkat dan ekonomi masyarakat menjadi lebih bergerak," ujar Enjang.

Sementara itu, Komisaris Pertamina Patra Niaga Tina Talisa mengatakan pemberdayaan masyarakat akan terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak agar manfaatnya semakin luas.

"Program CSR Pertamina Patra Niaga bukan hanya hadir sebagai bentuk dukungan, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan yang tumbuh bersama masyarakat. Dengan kolaborasi bersama local heroes, pemerintah desa, komunitas, dan pelaku UMKM, diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas," ujar Tina.

Load More