- Sebanyak 80 persen nilai ekspor CPO Indonesia disumbangkan oleh perusahaan yang memanfaatkan fasilitas Kawasan Berikat DJBC Kemenkeu.
- Yetty Yulianty menyatakan proyeksi nilai ekspor menembus USD 23,7 miliar pada tahun 2025 di Pangkalan Bun.
- Fasilitas fiskal dan non-fiskal tersebut memberikan efisiensi biaya logistik untuk meningkatkan daya saing industri di pasar global.
Suara.com - Sebanyak 80 persen nilai ekspor minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya dari Indonesia kini disumbangkan oleh perusahaan yang memanfaatkan fasilitas Kawasan Berikat milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Skema insentif ini terbukti menjadi tumpuan utama kinerja perdagangan internasional nasional dengan nilai ekspor yang diproyeksikan menembus USD 23,7 miliar pada tahun 2025.
Kasubdit Tempat Penimbunan Berikat DJBC Kemenkeu, Yetty Yulianty menyatakan, nilai ekspor dari Kawasan Berikat tersebut melampaui capaian jalur ekspor umum non-fasilitas yang mencatatkan nilai sekitar USD 6,03 miliar. Sementara dari sisi volume, sekitar 63-64 persen total produk CPO yang dikirim ke luar negeri juga diproduksi melalui Kawasan Berikat.
Yetty menilai bahwa dominasi ini menunjukkan betapa vitalnya peran insentif kepabeanan dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama sawit dunia.
"Sekitar dua pertiga ekspor CPO dan turunannya itu berasal dari Kawasan Berikat. Pangsa nilai ekspornya bahkan menyentuh 80 persen," ujar Yetty Media Briefing bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Hotel Mercure Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dikutip Jumat (30/7/2026).
Yetty menilai, keberadaan Kawasan Berikat menjadi kunci sukses dalam menjaga daya saing produk sawit RI di pasar global. Saat ini, Indonesia menguasai 59,36 persen pangsa pasar CPO dunia, berada di atas Malaysia yang memegang porsi 36,03 persen.
Menurut dia, keunggulan ekspor ini tidak hanya didorong oleh fasilitas fiskal berupa penangguhan bea masuk atau pembebasan pajak impor, tetapi juga berkat kemudahan non-fiskal yang berdampak langsung pada efisiensi biaya logistik.
Dengan fasilitas ini, sebanyak 77 perusahaan penerima KB CPO tidak perlu tertahan oleh proses kepabeanan di pelabuhan (dwelling time). Pemeriksaan barang dilakukan langsung di area pabrik masing-masing perusahaan.
"Fasilitas ini memberikan efisiensi biaya produksi dan biaya logistik secara nyata, sehingga meningkatkan daya saing industri pengolahan kita di pasar internasional," pungkas Yetty.
Baca Juga: Kasus Obesitas RI Bisa Ancam Beban Ekonomi Puluhan Triliun per Tahun
Berita Terkait
-
Kasus Obesitas RI Bisa Ancam Beban Ekonomi Puluhan Triliun per Tahun
-
Antrean iPhone Tidak Bisa Menjadi Ukuran Kesejahteraan Indonesia
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Bukan Buang Uang, Bea Cukai Ungkap Alasan Pabrik Sawit Dapat Fasilitas Khusus Kawasan Berikat
-
BPDP Kucurkan Rp 1,3 T untuk Beasiswa, Tanggung Full Kuliah hingga Biaya Hidup Anak Petani Sawit
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Bea Cukai Ungkap 80% Nilai Ekspor CPO Berasal dari Kawasan Berikat
-
Powerbank Penumpang Batik Air Terbakar Saat Terbang
-
5 Tanaman Hias Pembawa Rezeki di Depan Rumah Menurut Feng Shui, Penarik Energi Positif
-
Kasus Obesitas RI Bisa Ancam Beban Ekonomi Puluhan Triliun per Tahun
-
Perbanas: Nominal Tabungan Masyarakat Terus Menurun, Rata-rata Hanya Punya Rp1,7 Juta
-
6 Tips Memilih Warna Lipstik Sesuai Acara agar Penampilan Makin Menawan
-
Pemkot Bandar Lampung Tertibkan Kabel Semrawut yang Merusak Estetika Kota
-
Standar Pendidikan Terus Naik, Standar Etika Politik Jalan di Tempat
-
UEFA Ancam Boikot FIFA, 55 Negara Eropa Siap Mundur dari Semua Turnamen
-
Ulasan Film Sajen Satu Suro: Teror Gaib Sesajen Pembawa Bencana dan Petaka!