Bisnis / Inspiratif
Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:05 WIB
TBS Foundation dorong generasi muda kembangkan solusi bisnis berkelanjutan melalui Greenovate. [dok.pribadi]
Baca 10 detik
  • Kebutuhan talenta hijau meningkat, sementara tenaga kerja hijau di Indonesia baru 2,6% dari total angkatan kerja.
  • Lebih dari 400 mahasiswa mengajukan 150+ ide bisnis berkelanjutan, dengan delapan tim melaju ke Grand Final.
  • Program pembinaan dan mentoring mendorong inovasi mahasiswa menjadi solusi nyata bagi ekonomi hija

"Melalui Greenovate, mereka tidak hanya mendapatkan ruang untuk mengembangkan ide, tetapi juga kesempatan belajar langsung dari para praktisi, memperkuat model bisnis, serta membangun jejaring yang dibutuhkan agar inovasi tersebut dapat berkembang lebih jauh," jelasnya.

Menjelang Grand Final, seluruh finalis mengikuti rangkaian mentoring bersama para profesional dari berbagai sektor untuk menyempurnakan model bisnis dan menguji kelayakan solusi yang mereka kembangkan.

Para peserta mendapatkan pendampingan dari praktisi lintas industri, termasuk para pemimpin dari TBS Group dan anak usahanya seperti Electrum dan ARAH Environmental Indonesia; serta perusahaan lainnya, seperti PT Freeport Indonesia, Unilever Indonesia, dan CarbonX.

Puncak rangkaian Greenovate akan berlangsung pada babak Grand Final yang diselenggarakan pada 5 Agustus 2026 di Jakarta, mempertemukan delapan tim terbaik untuk mempresentasikan inovasi mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari Gita Sjahrir, Managing Director for Investor Relations TBS; Iwan Syahril, Member of the Board of Supervisors TBS Foundation; dan Roderick Purwana, Managing Partner East Ventures.

Pada tahap ini, para finalis akan mempresentasikan inovasi yang telah mereka kembangkan selama mengikuti proses pembinaan.

"Kami ingin Greenovate menjadi awal dari perjalanan panjang para inovator muda Indonesia. Kami berharap ide-ide yang lahir dari program ini tidak berhenti sebagai konsep, tetapi berkembang menjadi solusi nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat sekaligus mendukung percepatan transisi menuju ekonomi hijau Indonesia," kata Anugraha.

"Yang tidak kalah penting, kami ingin membangun ekosistem kolaboratif yang memungkinkan para peserta untuk terus bertumbuh bahkan setelah program ini berakhir," tandasnya.

Load More