Bisnis / Inspiratif
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Mahasiswa ITB dari berbagai disiplin teknik mengikuti program pembelajaran berbasis praktik di Kawasan Industri Weda Bay. [dok.pribadi]
Baca 10 detik
  • Kolaborasi kampus dan industri diperkuat untuk mencetak SDM kompeten sektor nikel.

  • Sebanyak 16 mahasiswa mengikuti program praktik industri selama dua bulan di Weda Bay.

  • Pengembangan SDM berkelanjutan diyakini menjadi kunci keberhasilan hilirisasi nasional.

Suara.com - PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin sinergi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten guna mendukung kebutuhan industri yang terus berkembang di Indonesia.

Sinergi ini menghadirkan ruang pembelajaran yang menghubungkan dunia akademik dengan praktik industri sehingga mahasiswa dapat memahami secara langsung proses pengolahan nikel, teknologi, serta perkembangan hilirisasi di area operasional di kawasan industri nikel Weda Bay.

General Manager Human Resources and Development PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Roslina Sangaji, mengatakan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri memiliki peran penting dalam menciptakan SDM yang memiliki kompetensi sesuai dengan perkembangan sektor industri.

"IWIP ingin berkontribusi dalam mengembangkan SDM dan membangun generasi profesional yang mampu mengikuti perkembangan teknologi, memahami proses industri secara menyeluruh, serta siap berkontribusi dalam mendukung daya saing industri Indonesia," ujar Roslina dalam peluncuran kerja sama industri–perguruan tinggi bersama ITB di Weda Bay, Maluku Utara, pada Juni 2026.

Sebagai implementasi awal dari kerja sama tersebut, sebanyak 16 mahasiswa ITB dari berbagai disiplin teknik mengikuti program pembelajaran berbasis praktik di Kawasan Industri Weda Bay.

Para peserta berasal dari Program Studi Teknik Metalurgi, Teknik Material, Teknik Elektro, Teknik Pertambangan, Teknik Kimia, serta bidang terkait lainnya.

Selama dua bulan, para mahasiswa mengikuti pembelajaran yang mencakup pengenalan ekosistem kawasan industri, standar operasional, budaya kerja, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung di berbagai fasilitas produksi dan unit pendukung melalui pendampingan para praktisi industri, sehingga dapat memahami proses bisnis dan operasional secara menyeluruh.

Salah satu peserta, Firza Alfarisi Nasution, menilai pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai penerapan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah.

"Pengalaman ini memberikan pemahaman yang lebih luas tentang bagaimana industri nikel beroperasi dan bagaimana hilirisasi menciptakan nilai tambah. Ini menjadi bekal penting bagi pengembangan diri dan karier saya di masa depan," ujar Firza.

Kerja sama dengan ITB merupakan bagian dari upaya IWIP turut membangun ekosistem pengembangan SDM yang berkelanjutan melalui kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan tinggi di Indonesia.

Hingga saat ini, IWIP telah bekerja sama dengan Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Poltekkes Kemenkes Ternate, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Gadjah Mada (UGM), serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Selain memperluas kemitraan dengan perguruan tinggi, IWIP juga menjalankan berbagai program pengembangan SDM secara berkelanjutan, mulai dari program beasiswa, pelatihan, hingga peningkatan kompetensi tenaga kerja muda.

IWIP meyakini bahwa keberhasilan hilirisasi nasional tidak hanya ditentukan oleh investasi dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan SDM yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri.

Oleh karena itu, perusahaan akan terus memperluas kolaborasi dengan institusi pendidikan sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem pembelajaran yang mampu melahirkan generasi profesional dan mendukung pengembangan industri nikel Indonesia di masa depan.

Load More