Bisnis / Makro
Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:43 WIB
Para pencari kerja di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (24/1).
Baca 10 detik
  • Pengangguran turun tipis, masih 7,22 juta orang belum bekerja.
  • TPT hanya turun 0,03 poin menjadi 4,65% pada Mei 2026.
  • Pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran masih bertambah.

Suara.com - Penurunan tingkat pengangguran di Indonesia pada Mei 2026 belum mampu menjadi kabar yang benar-benar melegakan. Di balik turunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 4,65 persen, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat masih ada 7,22 juta orang yang belum mendapatkan pekerjaan.

Angka TPT tersebut memang lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 4,68 persen. Namun, secara jumlah orang, pengangguran hanya berkurang sekitar 24 ribu orang dalam tiga bulan terakhir.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud mengatakan, pada Mei 2026 terdapat 7,22 juta penganggur atau setara sekitar lima dari setiap 100 angkatan kerja.

"Pada bulan Mei tahun 2026, terdapat sebanyak 7,22 juta penganggur atau setara dengan Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 4,65 persen. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan Februari 2026 yang sebesar 4,68 persen atau turun sekitar 0,03 persen poin," ujar Edy dalam konferensi pers di Kantor BPS Pusat, Rabu (5/8/2026).

Penurunan TPT juga terjadi pada kelompok laki-laki maupun perempuan serta di wilayah perkotaan dan perdesaan. Namun, laju penurunannya tergolong sangat tipis sehingga belum banyak mengubah kondisi pasar tenaga kerja secara keseluruhan.

BPS mencatat jumlah penduduk yang bekerja pada Mei 2026 mencapai 148,19 juta orang atau bertambah 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Dari jumlah tersebut, pekerja penuh meningkat menjadi 98,98 juta orang atau bertambah 391 ribu orang.

Sementara itu, pekerja paruh waktu juga naik menjadi 38,42 juta orang atau bertambah 72 ribu orang. Di sisi lain, jumlah pekerja setengah pengangguran turut meningkat menjadi 10,79 juta orang atau bertambah 59 ribu orang.

Kenaikan jumlah pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran menunjukkan tambahan lapangan kerja belum sepenuhnya menghasilkan pekerjaan yang optimal. Sebagian pekerja masih berada pada kategori pekerjaan dengan jam kerja terbatas atau belum bekerja sesuai kapasitasnya.

Di sisi lain, jumlah angkatan kerja pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang atau bertambah 497 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga hanya naik tipis dari 70,56 persen menjadi 70,57 persen.

Baca Juga: Ekonomi RI di Kuartal II Diselamatkan Oleh Masyarakat yang Sering Makan di Restoran

"Di sisi lain, angkatan kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja menjadi pengangguran, yaitu sebanyak 7,22 juta orang atau turun sekitar 24.000 orang dibandingkan bulan Februari tahun 2026," kata Edy.

Dalam ringkasan kondisi ketenagakerjaan, BPS menyebut sekitar 71 dari setiap 100 penduduk usia kerja telah masuk ke pasar kerja. Namun, sekitar lima dari setiap 100 angkatan kerja masih belum memperoleh pekerjaan.

Load More