- Rupiah menguat 0,52% ke Rp17.933 per dolar AS.
- Harga minyak turun dorong penguatan rupiah.
- Ekonomi RI kuat, rupiah berpeluang lanjut menguat.
Suara.com - Nilai tukar rupiah berhasil mencatat penguatan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (5/8/2026). Mata uang Garuda menguat di tengah turunnya harga minyak dunia serta optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik dari perkiraan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 94 poin atau 0,52 persen ke level Rp17.933 per dolar AS. Posisi tersebut lebih baik dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp18.027 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah dipicu oleh melemahnya harga minyak mentah dunia di tengah meningkatnya harapan tercapainya perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat. Penurunan harga minyak dinilai meredakan tekanan terhadap mata uang negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.
"Rupiah ditutup menguat cukup besar di level Rp17.933 terhadap dolar AS oleh menurunnya harga minyak mentah dunia di tengah harapan damai di Timur Tengah," ujar Lukman.
Selain sentimen global, kinerja ekonomi domestik juga menjadi penopang utama penguatan rupiah. Data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 yang melampaui ekspektasi pasar meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.
Menurut Lukman, kombinasi sentimen eksternal dan fundamental ekonomi yang solid membuka peluang bagi rupiah untuk mempertahankan tren penguatannya dalam waktu dekat.
"Apabila tidak ada perkembangan negatif eksternal, rupiah diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan dalam kisaran Rp17.850-Rp18.000," katanya.
Tak hanya rupiah, mayoritas mata uang Asia juga ditutup menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina mencatat apresiasi terbesar dengan kenaikan 0,69 persen, disusul dolar Taiwan yang naik 0,50 persen.
Sementara itu, won Korea Selatan menguat 0,27 persen, rupee India naik 0,18 persen, dan baht Thailand bertambah 0,17 persen. Ringgit Malaysia juga terapresiasi 0,05 persen, diikuti dolar Singapura yang menguat 0,03 persen serta yen Jepang yang naik tipis 0,02 persen.
Baca Juga: Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974
Penguatan serentak mata uang Asia tersebut mencerminkan membaiknya sentimen pasar terhadap aset-aset di kawasan, seiring meredanya kekhawatiran geopolitik dan meningkatnya optimisme terhadap prospek ekonomi regional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Link Download Logo Hari Pramuka 2026 ke-65 Format PNG Resmi dan Maknanya
-
Menko Polkam Bantah Pagar Tinggi Mal Terkait Isu Keamanan Agustus 2026
-
BRI Siapkan 3 Sektor Bisnis Ini Jadi Tulang Punggung Ekspor Indonesia 2026
-
Universitas Muhammadiyah Ungkap Alasan Pecat Dosen Mengaku Tegur Mahasiswi Berpakaian Ketat
-
Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Terindikasi Main Judol, Kemensos Tahan Penyaluran Bantuan
-
Kapolri Listyo Sigit Buka Suara Soal Isu Bakal Diganti
-
22 Juta Investor Kripto Jadi Rebutan, CFX Gandeng 5 Fintech Bangun Ekosistem Aset Digital Syariah
-
Pasokan Rudal Iran Meningkat Pesat, Siap-siap Jika Perundingan Damai dengan AS Gagal Lagi
-
Waspada Motor Bodong! Ini Cara Cek Keaslian BPKB dan STNK Motor Bekas Biar Transaksi Aman
-
Sopir Mikrotrans Tabrak Lansia, Sempat Tutupi Kecelakaan sebelum Dipecat