Data Pertumbuhan Ekonomi Solid, Rupiah Konsisten Menguat atas Dolar AS

Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:37 WIB
Penguatan rupiah pada Kamis (6/8/2026) didorong oleh penurunan harga minyak dunia serta data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid. [Antara]
  • Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp17.923 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026.
  • Penguatan rupiah didorong oleh penurunan harga minyak dunia serta data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid.
  • Investor cenderung bersikap menunggu data cadangan devisa Indonesia dan data pekerjaan AS menjelang akhir pekan.

Suara.com - Penutupan mata uang Garuda terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat di pasar keuangan. Adapun, rupiah terus konsisten  berada di zona hijau sejak pagi tadi.

Rupiah konsisten menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada Kamis (6/8/2026). Nilai tukar rupiah menguat 10 poin atau 0,06 persen dalam penutupan perdagangan sore ini ke level Rp17.923 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya pada pembukaan perdagangan pagi tadi, rupiah bergerak menguat 22 poin atau 0,12 persen menjadi Rp17.911 per dolar AS dibandingkan penutupan di hari sebelumnya,

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan harga minyak dunia yang turun membuat rupiah menguat. Selain data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid ikut memberikan sentimen positif pada rupiah.

"Rupiah ditutup menguat tipis terhadap dolar AS didukung oleh penurunan harga minyak mentah dunia di tengah harapan pembukaan kembali selat Hormuz dan data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid.," katanya saat dihubungi Suara.com.

Namun penguatan rupiah masih terbatas pada akhir pekan nanti. Sebab, investor akan wait and see dengan data cadangan devisa Indonesia yang bisa memberikan sentimen negatif pada mata uang Garuda.

" Investor  cenderung wait and see mengantisipasi data cadangan devisa  Indonesia dan data pekerjaan AS  besok," jelasnya.

Di saat yang sama sejumlah mata uang utama Asia, bergerak bervariasi pada penutupan sore ini.

Baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,21 persen; dolar Taiwan ditutup naik 0,17;, ringgit Malaysia naik 0,07 persen serta dolar Hong Kong bergerak tipis dan cenderung stabil terhadap the greenback.

Sedangkan won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,47 persen. Lalu ada rupee India yang tertekan 0,09 persen dan peso Filipina yang sudah ditutup terkoreksi 0,09 persen.

Dolar Singapura juga terdepresiasi 0,09 persen; yen Jepang tergelincir 0,08 persen dan yuan China melemah tipis 0,02 persen pada hari ini.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com