- Pemerintah Indonesia menekankan pentingnya penguasaan teknologi, kesiapan SDM, dan rantai pasok guna memperkuat daya saing industri otomotif nasional.
- Susiwijono Moegiarso menyatakan pada Senin (21 September 2026) di Nagoya bahwa integrasi global diperlukan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar.
- Indonesia telah bermitra dengan ARM serta bergabung dengan WAICO pada awal 2026 untuk mendongkrak produktivitas sektor manufaktur otomotif.
Suara.com - Industri otomotif nasional dituntut beradaptasi cepat dengan pesatnya perkembangan teknologi global. Tak sekadar menghadirkan fitur canggih pada kendaraan, sektor ini kini sangat bergantung pada penerapan kecerdasan artifisial (AI) dan komponen semikonduktor dari tahap produksi hingga pengembangan produk.
Pemerintah menilai penguasaan teknologi, kesiapan sumber daya manusia (SDM), dan ketahanan rantai pasok merupakan kunci utama dalam mempertahankan daya saing industri otomotif dalam negeri.
“Dari rangkaian kunjungan dan pertemuan bisnis di Nagoya ini memperlihatkan satu benang merah yang jelas bahwa daya saing industri dibangun dari perpaduan antara penguasaan teknologi, penguatan sumber daya manusia, dan ekosistem rantai pasok yang kokoh,” ujar Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dikutip Senin (21 September 2026).
Susiwijono menambahkan bahwa integrasi Indonesia ke dalam ekosistem teknologi global harus terus diperkuat. Langkah ini krusial agar industri nasional tidak sekadar menjadi pasar konsumen, melainkan mampu meraih peluang bisnis dari transisi teknologi tersebut.
Sebagai langkah konkret, pemerintah Indonesia telah menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi ARM serta bergabung dalam World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) pada awal 2026. Pemerintah juga tengah menjajaki komunikasi intensif dengan PAX Silica untuk memperluas kolaborasi teknologi.
Berbagai kerja sama global ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas ekonomi nasional, khususnya di manufaktur otomotif. Kendati demikian, kesiapan tenaga kerja lokal dan rantai pasok yang solid tetap menjadi fondasi utama agar percepatan adopsi AI serta semikonduktor berjalan optimal.