GIC Dorong Transparansi Sertifikasi di Tengah Meningkatnya Tuntutan Kredibilitas Dunia Usaha

Senin, 17 Agustus 2026 | 06:40 WIB
GIC yang beroperasi sebagai independent certification body, mendorong proses sertifikasi yang mengedepankan independensi, objektivitas, dan transparansi. (Istimewa)
  • PT Giatt Internasional Certification beroperasi sejak 2026 sebagai lembaga independen yang menerbitkan berbagai skema sertifikasi standar ISO.
  • Lembaga ini menyediakan fasilitas verifikasi publik agar keaslian dokumen sertifikasi perusahaan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
  • Penerapan standar manajemen dan pelatihan sertifikasi membantu perusahaan serta profesional memenuhi tuntutan kualitas serta kepatuhan bisnis.

Suara.com - Sertifikasi menjadi salah satu instrumen yang digunakan perusahaan untuk membangun sistem manajemen yang lebih terukur sekaligus memenuhi tuntutan pelanggan dan mitra bisnis. Seiring meningkatnya kebutuhan tersebut, kredibilitas lembaga yang menerbitkan sertifikat juga menjadi perhatian.

PT Giatt Internasional Certification (GIC), yang beroperasi sebagai independent certification body, mendorong proses sertifikasi yang mengedepankan independensi, objektivitas, dan transparansi. Lembaga tersebut menyatakan proses kerjanya mengacu pada ISO/IEC 17021-1.

Salah satu pendekatan yang diterapkan GIC adalah menyediakan fasilitas verifikasi sertifikat yang dapat diakses secara publik. Melalui sistem tersebut, pihak berkepentingan dapat melakukan pengecekan berdasarkan nomor sertifikat maupun nama perusahaan.

Founder GIC, Gemilang Pranoto, mengatakan akses terhadap informasi sertifikasi diperlukan agar dokumen tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

"Sertifikasi seharusnya bukan hanya menjadi dokumen yang disimpan oleh perusahaan. Ada nilai kredibilitas yang harus bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu, kami melihat transparansi dan kemudahan verifikasi sebagai bagian penting dari ekosistem sertifikasi," ujar Gemilang.

Menurut dia, sertifikasi kini tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan administratif. Perusahaan semakin dituntut menunjukkan bahwa proses bisnis mereka telah memenuhi standar tertentu dan diterapkan secara konsisten.

GIC menyediakan sejumlah skema sertifikasi sistem manajemen, antara lain ISO 9001 untuk manajemen mutu, ISO 14001 untuk manajemen lingkungan, ISO 45001 untuk keselamatan dan kesehatan kerja, serta ISO/IEC 27001 untuk keamanan informasi.

Di bidang keamanan pangan, tersedia ISO 22000 dan HACCP. Sementara untuk anti-penyuapan, GIC menyediakan ISO 37001.

Adapun ISO 13485 berkaitan dengan sistem manajemen mutu perangkat medis dan ISO 50001 dengan manajemen energi.

Selain sertifikasi organisasi, GIC juga menawarkan sertifikasi personel dan pelatihan bagi tenaga profesional, termasuk ISO Awareness, Internal Auditor, persiapan Lead Auditor, HACCP, serta pelatihan in-house.

"Yang ingin kami bangun bukan sekadar hubungan antara lembaga sertifikasi dan perusahaan, tetapi sebuah ekosistem yang membuat sertifikasi memiliki nilai kepercayaan. Ketika sebuah sertifikat dapat diverifikasi dan prosesnya dilakukan secara independen, maka manfaatnya akan lebih besar bagi perusahaan maupun pihak yang menggunakan informasi tersebut sebagai pertimbangan bisnis," kata Gemilang.

GIC mulai beroperasi pada 2026 sebagai lembaga sertifikasi independen yang mengacu pada ISO/IEC 17021-1. Meski tergolong baru, GIC menyatakan prinsip independensi, objektivitas, dan transparansi telah menjadi bagian dari pendekatan sejak awal pendirian.

Bagi perusahaan, penerapan standar manajemen dapat membantu membangun proses kerja yang konsisten, mengidentifikasi risiko, meningkatkan kualitas layanan, serta memenuhi persyaratan tertentu dari pelanggan maupun mitra.

Sementara bagi tenaga profesional, sertifikasi kompetensi dan pelatihan dapat menjadi sarana untuk memperluas pemahaman mengenai standar yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Gemilang menilai kebutuhan terhadap bukti kepatuhan dan kualitas akan semakin penting seiring meningkatnya tuntutan bisnis.

"Kepercayaan tidak cukup dibangun melalui klaim. Harus ada proses, standar, dan bukti yang dapat diperiksa. Prinsip itulah yang ingin terus kami jaga dalam menjalankan GIC," tutup Gemilang.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com