- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia masih mengimpor tiga komoditas pangan berupa bawang putih, daging, dan kedelai.
- Pemerintah menargetkan pencapaian swasembada untuk tiga komoditas tersebut dapat terwujud dalam waktu tiga hingga lima tahun mendatang.
- Indonesia telah mencapai swasembada beras dalam waktu satu tahun dan bersiap memulai ekspor sebanyak 1.000 ton pekan ini.
Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengakui memang belum semua komoditas pangan dibilang swasembada.
Ia menyebut, terdapat tiga komoditas yang pasokannya masih mengandalkan impor, yakni bawang putih, daging, dan kedelai.
"Insyaallah ke depan kita mendorong mengejar dari 11 komoditas masih ada tiga yang kita harus kejar bawang putih, daging susu, dan kedelai," ujar Amran di Kantor Kementan, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Amran meyakini tiga komoditas tersebut dapat dikejar apabila seluruh pihak terus berkolaborasi. Ia menargetkan capaian tersebut dapat diwujudkan dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
"Kami yakin kalau kita kolaborasi, kita kompak, pasti ini bisa kita capai. Moga-moga 3 sampai 5 tahun ini bisa jadi kenyataan," ujarnya.
Sebelumnya, Amran menyebut Indonesia telah mencapai swasembada beras dalam waktu yang lebih singkat dari target pemerintah. Menurut dia, target yang sebelumnya dipatok empat tahun dapat dicapai hanya dalam waktu satu tahun.
"Kado ulang tahun dari Kementerian Pertanian untuk Republik Indonesia adalah Indonesia sudah mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya, dari target empat tahun menjadi satu tahun," kata Amran.
Selain mencapai swasembada, Amran menyebut Indonesia mulai kembali mengekspor beras ke negara lain. Pemerintah menargetkan ekspor awal sebanyak 1.000 ton pada pekan ini.
Ia mengatakan peluang ekspor beras tersebut cukup besar, mulai dari 200.000 ton hingga berpotensi mencapai 1 juta ton.
"Insyaallah kita akan ekspor target kita pertama insyaallah minggu ini 1.000 ton dan peluangnya adalah 200.000 ton bahkan bisa sampai satu juta ton," pungkasnya.