Beras Diekspor, Bawang Putih Hingga Daging Masih Bergantung Impor

Senin, 17 Agustus 2026 | 11:54 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman masih mengejar swasembada bawang putih hingga daging sapi. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan pencapaian swasembada pangan dan ekspor beras saat upacara HUT ke-81 RI di Jakarta, Senin (17/8/2026).
  • Pemerintah mencatat peningkatan kesejahteraan petani, penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen, serta surplus sektor pertanian di tengah krisis global.
  • Kementerian Pertanian menargetkan pencapaian swasembada untuk tiga komoditas tersisa, yaitu bawang putih, daging, dan kedelai dalam waktu tiga hingga lima tahun.

Suara.com - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman menyebut swasembada pangan menjadi kado dari Kementerian Pertanian untuk Indonesia pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81.

Amran menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembina upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026). Menurutnya, kini Indonesia tak lagi mengimpor beras dari negara lain.

"Kado ulang tahun dari Kementerian Pertanian untuk Republik Indonesia adalah Indonesia sudah mencapai swasembada pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya, dari target empat tahun menjadi satu tahun," kata Amran dalam amanatnya saat upacara di Kantor Kementan, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Tak hanya swasembada, Indonesia kini disebutnya juga mulai mengirim beras ke berbagai negara.

"Kado ulang tahun kedua, kemarin alhamdulillah kita mengekspor beras ke negara lain," kata Amran.

Pelepasan Ekspor Beras ke Arab Saudi. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].

Ia mengatakan pemerintah menargetkan ekspor awal beras sebanyak 1.000 ton pada pekan ini. Peluang ekspor tersebut, kata dia, bahkan mencapai 200.000 ton hingga 1 juta ton.

"Insyaallah kita akan ekspor target kita pertama insyaallah minggu ini 1.000 ton dan peluangnya adalah 200.000 ton bahkan bisa sampai satu juta ton," ujarnya.

Amran juga menyampaikan sejumlah capaian lain di sektor pertanian. Ia menyebut kesejahteraan petani saat ini berada pada level tertinggi selama 34 tahun. Sementara Nilai Tukar Petani (NTP) disebut mencapai level tertinggi dalam 25 tahun.

Selain itu, Amran menyebut ekspor sektor pertanian meningkat Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun. Dari kondisi tersebut, ia menyebut terdapat nilai tambah sebesar Rp200 triliun.

Pada momentum HUT ke-81 RI ini, Amran juga menyoroti penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen. Menurut dia, kebijakan tersebut belum pernah terjadi selama Indonesia merdeka.

"Yang menarik adalah harga pupuk turun 20 persen, pupuk subsidi. Tidak pernah terjadi selama Republik ini merdeka," katanya.

Meski mengklaim swasembada pangan telah tercapai, Amran mengatakan masih terdapat sejumlah komoditas yang perlu dikejar. Tiga komoditas tersebut yakni bawang putih, daging, serta kedelai.

Ia optimistis ketiga komoditas tersebut dapat mencapai target dalam tiga hingga lima tahun ke depan jika seluruh pihak terus berkolaborasi.

"Insyaallah ke depan kita mendorong mengejar dari 11 komoditas masih ada tiga yang kita harus kejar bawang putih, daging, dan kedelai. Kami yakin kalau kita kolaborasi, kita kompak, pasti ini bisa kita capai. Moga-moga 3 sampai 5 tahun ini bisa jadi kenyataan," tutur Amran.

Amran kemudian mengaitkan capaian sektor pertanian dengan tantangan global yang dihadapi Indonesia. Menurut dia, perang antarnegara, ketegangan geopolitik, serta krisis pangan dan energi dunia dapat berdampak terhadap Indonesia.

Namun, dia menilai kondisi Indonesia relatif kuat karena mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dan bahkan mulai mengekspor beras.

"Alhamdulillah di saat krisis melanda belahan dunia, Indonesia surplus swasembada bahkan ekspor beras ke negara lain," pungkasnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com