- PT Bank Seabank Indonesia di Jakarta mencatatkan laba bersih Rp749,26 miliar serta total aset Rp52,97 triliun pada Semester I 2026.
- Penyaluran kredit SeaBank tumbuh 53,1 persen menjadi Rp39,81 triliun dengan rasio kredit bermasalah atau NPL Gross di level 1,65 persen.
- Dana Pihak Ketiga SeaBank meningkat 47,6 persen menjadi Rp41,80 triliun yang didominasi oleh dana murah atau CASA sebesar Rp29,10 triliun.
Suara.com - PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Semester I 2026. Pertumbuhan tersebut tercermin dari peningkatan laba, aset, penyaluran kredit, serta Dana Pihak Ketiga (DPK).
Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, mengatakan enam bulan pertama 2026, SeaBank membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp749,26 miliar. Pada periode yang sama, total aset perseroan mencapai Rp52,97 triliun.
"Hasil positif sepanjang Semester I 2026 ini membuktikan bahwa strategi berkesinambungan kami dalam menghadirkan layanan perbankan yang mudah, cepat, dan aman berada di jalur yang tepat," ujar Sasmaya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (20/8/2026).
Menurutnya, fokus perusahaan ke depan adalah terus berinovasi pada fitur-fitur transaksi, memperkuat infrastruktur keamanan siber, dan mendorong inklusi keuangan untuk memastikan akses keuangan digital bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Sementara itu, penyaluran kredit SeaBank tumbuh 53,1 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp39,81 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut didukung oleh penyaluran melalui skema direct lending, kolaborasi ekosistem digital, serta kemitraan strategis.
Di tengah ekspansi kredit, SeaBank menyatakan, tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan.
Hal tersebut tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Gross yang berada di level 1,65 persen, atau masih di bawah ambang batas maksimum 5 persen yang ditetapkan regulator.
Pertumbuhan juga terjadi pada penghimpunan dana. Dana Pihak Ketiga (DPK) SeaBank mencapai Rp41,80 triliun atau tumbuh 47,6 persen secara tahunan.
Dari total DPK tersebut, dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) mencapai Rp29,10 triliun. Nilai tersebut setara dengan 69,6 persen dari total DPK.
SeaBank menyebut, tingginya porsi CASA menunjukkan meningkatnya penggunaan aplikasi untuk kebutuhan transaksi harian, termasuk transfer, pembayaran melalui QRIS, dan pembayaran tagihan.
Dari sisi efisiensi, SeaBank mencatatkan rasio Cost to Income Ratio (CIR) sebesar 21,1 persen. Sementara itu, Return on Assets (ROA) berada di level 3,9 persen.