Saham BYAN Anjlok Parah Usai Isu Akusisi Dibantah Manajemen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Terminal batu bara di Balikpapan milik PT Bayan Resources Tbk. [Istimewa]
  • Saham PT Bayan Resources Tbk anjlok hingga 6,95 persen ke level Rp16.075 pada penutupan sesi pertama, Rabu (19/8/2026).
  • Penurunan tajam tersebut terjadi akibat kepanikan investor setelah beredar rumor rencana akuisisi saham oleh Jhonlin Grup milik Haji Isam.
  • Manajemen BYAN melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia secara resmi membantah adanya rencana transaksi pengambilalihan tersebut.

Menyadari gejolak harga yang tidak berlandaskan pada fakta material perusahaan, pihak manajemen PT Bayan Resources Tbk akhirnya angkat bicara untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi tersebut.

Sekretaris Perusahaan BYAN, Jenny Quantero, melalui dokumen keterbukaan informasi yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia pada hari Rabu, secara eksplisit membantah keterlibatan perusahaan dalam skenario akuisisi tersebut.

"Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2% saham perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam," ujarnya dalam keterangan resmi.

Lebih lanjut, pihak perusahaan juga menegaskan ketidakmampuan mereka untuk memvalidasi struktur transaksi khayalan yang telah terlanjur dipercaya oleh sebagian pelaku pasar. Manajemen memastikan bahwa internal BYAN sama sekali tidak menyimpan data atau dokumen apa pun mengenai pihak-pihak yang digosipkan akan bertransaksi dalam waktu dekat.

"Perseroan juga tidak memiliki informasi mengenai porsi saham yang akan dialihkan dan/atau nilai transaksi, sehubungan dengan informasi mengenai rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham tersebut,"

Karena tidak adanya rencana transaksi yang nyata dan dapat dikonfirmasi, jajaran petinggi BYAN belum bisa memproyeksikan maupun memberikan penjelasan mengenai potensi perubahan pengendalian di dalam struktur kepemimpinan perseroan.

Dari kacamata operasional dan kesehatan finansial, manajemen memastikan bahwa perusahaan beroperasi secara normal tanpa adanya gangguan material yang membebani kinerja akibat rumor liar tersebut.

"Perseroan tidak memiliki informasi atau kejadian material lainnya yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha perseroan dan/atau harga saham Perseroan,"

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com