- OSL Indonesia melihat tokenisasi aset sebagai peluang baru ekonomi digital.\
- Perusahaan membawa standar global dengan fokus pada compliance dan edukasi.
- OSL Indonesia menargetkan diri sebagai platform finansial jangka panjang.
Suara.com - Perkembangan teknologi finansial digital membuka ruang baru bagi industri aset digital di Indonesia. Salah satu peluang yang mulai dilirik adalah asset tokenization atau tokenisasi aset, teknologi yang dinilai dapat memperluas utilitas aset digital sekaligus menghubungkannya dengan ekosistem keuangan yang lebih luas.
Peluang tersebut menjadi salah satu fokus OSL Group melalui kehadiran OSL Indonesia di pasar domestik. Perusahaan resmi menggelar OSL Indonesia Official Grand Launch bertajuk “OSL’s Obsession Night: Where Global Compliance Meets Relentless Innovation” di Bali.
Sekitar 150 tamu yang terdiri dari stakeholders industri, mitra strategis, regulator, KOL, media, komunitas, serta pelaku ekosistem aset digital menghadiri acara tersebut.
Grand Launch tidak hanya menjadi ajang perkenalan OSL Indonesia, tetapi juga menjadi momentum perusahaan untuk menegaskan arah bisnisnya di tengah perkembangan ekonomi dan keuangan digital Indonesia.
President Director OSL Indonesia, Ivan Arilito, mengatakan kehadiran perusahaan di Indonesia merupakan langkah awal dari perjalanan jangka panjang untuk ikut membangun ekosistem keuangan digital.
“Malam ini bukan hanya tentang merayakan sebuah Grand Launch. Ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa OSL Indonesia hadir dan siap menjadi bagian dari perkembangan ekosistem keuangan digital Indonesia,” ujar Ivan.
Menurut dia, OSL Indonesia ingin membangun hubungan yang kuat dengan komunitas, mitra, pengguna, dan seluruh pemangku kepentingan sehingga dapat tumbuh bersama dalam jangka panjang.
Selain mengembangkan layanan perdagangan aset digital, OSL Indonesia melihat tokenisasi aset sebagai salah satu teknologi yang berpotensi mendorong perkembangan industri ke depan.
Tokenisasi memungkinkan representasi suatu aset dalam bentuk token digital berbasis teknologi blockchain. Perkembangan ini berpotensi memperluas fungsi aset digital dan menciptakan koneksi yang lebih erat dengan sistem finansial yang lebih luas.
Bagi OSL Indonesia, perkembangan tersebut membuka peluang untuk menghadirkan lebih banyak utilitas bagi aset digital, seiring semakin matangnya infrastruktur dan ekosistem keuangan digital di Indonesia.
“Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dalam perkembangan ekonomi digital. Karena itu, kami melihat kehadiran OSL Indonesia bukan sebagai sebuah perjalanan jangka pendek,” kata Ivan.
“Kami ingin terus membangun, berkolaborasi, dan berinovasi bersama Indonesia. Bagi kami, masa depan digital harus dibangun dengan compliance, trust, dan education sebagai pondasinya,” lanjutnya.
Dalam Grand Launch tersebut, OSL Indonesia juga memperkenalkan positioning baru “Empowered by Global Compliance” yang bertumpu pada tiga nilai utama, yakni Global, Compliant, dan Empowering.
Nilai Global mencerminkan pengalaman dan kapabilitas internasional OSL yang dibawa ke Indonesia. Sementara Compliant menjadi fondasi perusahaan dalam membangun kepercayaan melalui kepatuhan dan tata kelola.
Adapun Empowering mencerminkan komitmen OSL Indonesia untuk memberikan akses, edukasi, transparansi, serta pengalaman yang dapat membantu pengguna mengambil keputusan secara lebih baik.