- Pejabat Taiwan Janet H.C. Chang mendorong percepatan pembaruan perjanjian investasi untuk melindungi perusahaan teknologi tinggi Taiwan di Indonesia.
- Nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Taiwan mencapai 3,1 miliar dolar AS pada periode Januari hingga April 2026.
- Pembaruan perjanjian investasi tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak modal, teknologi, serta memperkuat rantai pasok industri Indonesia.
Suara.com - Hubungan ekonomi Indonesia dan Taiwan tidak lagi sekadar soal perdagangan. Setelah nilai perdagangan kedua negara mencapai 3,1 miliar dolar AS (Rp22,99 triliun) pada Januari-April 2026, Taiwan kini mendorong pembaruan perjanjian investasi untuk membuka peluang lebih besar bagi perusahaan asal Taiwan menanamkan modal di Indonesia, terutama di sektor teknologi tinggi.
Direktur Jenderal Layanan Informasi Internasional Departemen Luar Negeri Taiwan, Janet H.C. Chang, mengatakan pembaruan perjanjian investasi diperlukan untuk memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi perusahaan Taiwan yang beroperasi di Indonesia.
Menurut Janet, kepastian tersebut penting untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih nyaman sekaligus mendorong lebih banyak perusahaan Taiwan masuk ke pasar Indonesia.
“Jika kita dapat menyelesaikannya sesegera mungkin, maka kita menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi bisnis Taiwan di Indonesia. Hal itu akan menarik lebih banyak bisnis Taiwan untuk berinvestasi di Indonesia,” ujar Janet dilansir dari laman Antara, Sabtu (22/8/2026).
Taiwan Ingin Investasi Lebih Besar
Pembahasan pembaruan perjanjian investasi Indonesia-Taiwan sebenarnya sudah berjalan. Namun, prosesnya masih membutuhkan waktu.
Taiwan berharap negosiasi tersebut bisa dipercepat. Selain memberikan perlindungan yang lebih komprehensif, perjanjian baru diharapkan membuat perusahaan Taiwan lebih yakin untuk menanamkan modal di Indonesia.
Sektor teknologi tinggi menjadi salah satu perhatian utama. Bagi Taiwan, sektor ini membutuhkan kepastian investasi karena umumnya berkaitan dengan modal besar, teknologi, serta rencana bisnis jangka panjang.
Perdagangan Sudah Capai 3,1 Miliar Dolar AS
Dorongan meningkatkan investasi datang ketika hubungan dagang Indonesia-Taiwan sudah cukup kuat. Data Kementerian Perdagangan RI mencatat perdagangan kedua negara mencapai 3,10 miliar dolar AS pada Januari-April 2026.
Indonesia mengekspor barang senilai 1,59 miliar dolar AS ke Taiwan, sementara impor dari Taiwan mencapai 1,51 miliar dolar AS. Dengan demikian, Indonesia masih mencatat surplus perdagangan 80 juta dolar AS.
Angka tersebut menunjukkan hubungan ekonomi kedua negara memiliki ruang untuk berkembang lebih jauh. Taiwan kini ingin mendorong hubungan tersebut dari sekadar perdagangan menjadi investasi langsung di Indonesia.
Jika pembaruan perjanjian investasi terealisasi, peluang masuknya perusahaan Taiwan di sektor teknologi tinggi pun semakin terbuka. Bagi Indonesia, investasi tersebut berpotensi membawa modal, teknologi, keahlian, serta memperkuat rantai pasok industri dalam negeri.