- IHSG akhir pekan lalu ditutup naik 0,37 persen akibat aksi beli bersih investor asing mencapai Rp993 miliar.
- Tiga indeks utama Wall Street kompak menguat pada Jumat lalu didorong kenaikan sektor material, kesehatan, serta keuangan.
- Pelaku pasar global kini menantikan rilis laporan keuangan Nvidia serta data inflasi PCE dari bank sentral Amerika Serikat.
Lonjakan ini sejalan dengan tren kenaikan harga Bitcoin di pasar spot sebesar 6,4 persen. Sementara itu, di sektor ritel, saham Ross Stores ditutup naik 4,4 persen usai perusahaan tersebut merevisi perkiraan laba tahunannya ke arah yang lebih tinggi karena pencapaian hasil kuartalan yang melampaui ekspektasi.
Sentimen makroekonomi di Amerika Serikat juga tengah dipengaruhi oleh dinamika kebijakan fiskal dan moneter. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengisyaratkan bahwa pemerintah dapat melakukan peningkatan pembelian kembali (buyback) obligasi lebih lanjut. Langkah ini diwacanakan menyusul pengumuman sebelumnya bahwa pemerintah siap mengalokasikan dana dua kali lipat dari perkiraan awal untuk program buyback tersebut.
Memasuki pekan mendatang, fokus para pelaku pasar akan tertuju pada rilis laporan kinerja keuangan kuartalan dari perusahaan-perusahaan teknologi, termasuk pemimpin pasar cip kecerdasan buatan (AI) Nvidia, serta raksasa perangkat lunak seperti Intuit, Salesforce, dan CrowdStrike.
Rilis data indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) periode Juli—yang menjadi indikator inflasi andalan The Fed—serta pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam simposium Jackson Hole pada akhir pekan juga menjadi agenda krusial yang diantisipasi investor.
Sementara itu, pergerakan bursa saham Asia pada akhir pekan lalu ditutup bervariasi dengan mayoritas indeks menguat. Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin dengan kenaikan 1,21 persen, disusul Kospi Korea Selatan yang menguat 0,88 persen, Taiex Taiwan naik 0,65 persen, dan Straits Times Singapura yang terapresiasi 0,30 persen.
Sebaliknya, koreksi melanda Indeks Nikkei 225 Jepang yang turun 0,30 persen, ASX 200 Australia melemah 0,27 persen, dan FTSE Malaysia yang turun tipis 0,01 persen.
Disclaimer: Pemberitaan ini disajikan murni sebagai bentuk penyediaan informasi jurnalisme ekonomi dan pasar modal untuk konsumsi publik. Konten ini bukan merupakan saran, ajakan, rekomendasi, maupun panduan mutlak dalam transaksi keuangan atau investasi saham dan aset kripto. Seluruh keputusan penempatan dana dan pengelolaan finansial sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing investor.