AI Mulai Masuk Industri Manufaktur, Integrasi Data Jadi Kunci Sebelum Terapkan Teknologi

Senin, 24 Agustus 2026 | 15:48 WIB
ERP Epicor manufacture
  • Perusahaan manufaktur perlu mengintegrasikan proses dan data terlebih dahulu sebelum menerapkan AI agar teknologi dapat bekerja secara optimal.
  • Connected Factory membantu perusahaan memantau operasional secara real-time dan menggunakan AI untuk mendeteksi potensi masalah lebih awal.
  • Transformasi digital harus menyeimbangkan people, process, dan technology agar investasi teknologi benar-benar menyelesaikan masalah bisnis.

Perusahaan juga dapat memanfaatkan AI untuk menganalisis data produksi dan mendeteksi potensi gangguan pada mesin. Teknologi tersebut memungkinkan perusahaan mengambil langkah pencegahan sebelum kerusakan benar-benar menghambat produksi.

Tidak hanya itu, AI dapat membantu perusahaan memperkirakan potensi masalah sekaligus dampak kerugian yang mungkin muncul. Namun, Adhi kembali menegaskan pentingnya fondasi sebelum perusahaan mengandalkan teknologi tersebut.

“Tanpa integrasi proses yang baik, people yang baik, sistem yang baik, AI tidak bisa memberikan data secara bagus dan akurat,” katanya.

Sustainability Bisa Dorong Efisiensi

Industri manufaktur juga perlu melihat aspek keberlanjutan atau sustainability sebagai bagian dari strategi bisnis. Adhi menilai perusahaan tidak seharusnya memandang isu tersebut sebatas kewajiban terhadap lingkungan.

Perusahaan bisa memperoleh manfaat lingkungan sekaligus bisnis melalui penyederhanaan proses produksi. Misalnya, perusahaan memangkas proses yang sebelumnya membutuhkan 10 langkah menjadi enam langkah.

Sistem yang terkoneksi juga membantu perusahaan memantau penggunaan mesin, proses produksi, hingga limbah industri secara real-time.

“Ini adalah bagian dari aktivitas operasional sehari-hari. Kita menganggapnya sebagai investasi, bukan hanya improvement terhadap lingkungan, tetapi juga business improvement,” ujar Adhi.

People, Process, dan Technology Harus Berjalan Bersama

Adhi mengingatkan bahwa investasi ERP, otomasi, maupun AI tidak otomatis membuat operasional perusahaan lebih efisien.

Perusahaan perlu melihat tiga elemen utama, yakni people, process, dan technology, sekaligus memastikan teknologi mampu meningkatkan keterampilan dan produktivitas karyawan.

Sementara itu, solusi teknologi yang dipilih juga harus sesuai kebutuhan serta mampu memberikan return on investment (ROI).
Karena itu, perusahaan perlu menentukan critical pain point sebelum melakukan investasi.

Pada akhirnya, Adhi menilai transformasi digital manufaktur bukan sekadar perlombaan menggunakan teknologi terbaru. Perusahaan perlu memastikan setiap teknologi mampu menjawab persoalan bisnis dan menghasilkan manfaat yang terukur.

“Investasi ini berhubungan dengan benefit. Teknologi tanpa kita memahami di mana kita punya problem, ini tidak akan tepat guna,” pungkas Adhi.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com