Ekonomi RI Tumbuh 5,45%, Airlangga Punya PR Kejar Tambahan 0,55%

Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:09 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah meminta pemerintah terus mendorong pertumbuhan hingga mendekati 6% pada akhir tahun. Foto ANTARA.
  • Ekonomi RI tumbuh 5,45%, pemerintah mengejar target mendekati 6%.
  • Enam mesin baru disiapkan, dari hilirisasi, emas hingga AI.
  • Investasi, ekspor dan produktivitas SDM jadi kunci tambahan pertumbuhan.

Suara.com - Pemerintah menghadapi pekerjaan rumah baru setelah ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,45% pada semester I 2026. Angka tersebut menjadi modal penting untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang mendekati 6% pada akhir tahun.

Namun, target tersebut menyisakan tantangan. Pemerintah masih harus mencari tambahan tenaga pertumbuhan agar ekonomi tidak berhenti di kisaran 5%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah meminta pemerintah terus mendorong pertumbuhan hingga mendekati 6% pada akhir tahun.

“Semester I ini kita tumbuh 5,45%, dan ini adalah pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir, termasuk di antara negara G20. Jadi menjelang sampai akhir tahun Bapak Presiden meminta kita mendorong supaya mendekati 6% di akhir tahun,” ujar Airlangga dalam keterangannya pada acara SUAR Forum 2026, Selasa (25/8/2026).

Dengan demikian, pemerintah membutuhkan tambahan sekitar 0,55 poin persentase pertumbuhan dari capaian semester I tersebut.

Airlangga menyebut tambahan pertumbuhan itu tidak bisa hanya mengandalkan satu sektor. Pemerintah harus mendorong investasi agar tumbuh lebih cepat dibandingkan produk domestik bruto (PDB), sekaligus memastikan investasi tersebut masuk ke proyek yang memiliki nilai tambah tinggi.

“Dan tentu ini bisa menjadi tantangan dan juga harus kerja keras,” katanya.

Untuk mengejar pertumbuhan yang lebih tinggi, pemerintah kini mengandalkan enam mesin pertumbuhan baru.

Pertama, hilirisasi dan upstreaming yang terus didorong melalui berbagai proyek baru. Pemerintah mencatat sudah terdapat 26 proyek yang melakukan groundbreaking.

Kedua, penguatan ketahanan energi melalui program swasembada energi. Salah satu langkahnya adalah implementasi mandatori biodiesel B50 yang mulai berjalan pada 1 Juli 2026.

Ketiga, pengembangan ekosistem bulion dan bank emas. Pemerintah mencatat ekosistem tersebut kini mengelola sekitar 179 ton emas dengan nilai mencapai Rp360 triliun.

Keempat, pengelolaan devisa hasil ekspor sumber daya alam melalui Danantara Sumberdaya Indonesia.

Kelima, pengembangan ekonomi digital, semikonduktor, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Keenam, pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Strategi tersebut menunjukkan pemerintah mulai menggeser sumber pertumbuhan dari sekadar mengandalkan konsumsi domestik menuju investasi, industri bernilai tambah, teknologi dan ekspor.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com