Cuan Berkat Unjuk Rasa, Pedagang Kopi hingga Gorengan Panen Omzet

Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:13 WIB
Pedagang gorengan, Wartono di arena sekitar unjuk rasa, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). [Suara.com/Yaumal]
  • Unjuk rasa berbagai elemen masyarakat di gedung DPR-MPR RI pada Kamis, 27 Agustus 2026, meningkatkan omzet pedagang asongan.
  • Pedagang kopi, gorengan, dan tahu bulat di sekitar lokasi aksi melaporkan kenaikan penjualan hingga dua kali lipat lebih.
  • Aksi tersebut diikuti aliansi masyarakat yang menyuarakan pengesahan RUU Perampasan Aset dan pengawalan program Makan Bergizi Gratis.

Suara.com - Unjuk rasa yang berlangsung di depan gedung DPR-MPR RI, Jakarta yang berlangsung pada Kamis (27/8/2026) membawa berkah kepada para pedagang asongan. Sejumlah pedagang mengaku omzet mereka melonjak hingga dua kali lipat.

Bagas (26), seorang pedagang kopi keliling mengaku penjualannya meningkat. Pada aksi unjuk rasa yang berlangsung hari ini, ia memilih mangkal di depan Senayan Park, berjarak sekitar satu kilometer dari titik aksi.

Bagas mengaku, biasanya pada hari biasa, ia hanya mampu menjual paling banyak 80 gelas kopi. Berbeda pada hari ini penjualannya melonjak hingga 100 gelas lebih.

"Alhamdulillah, ada saja yang borong. Hari biasa itu kejual 80 gelas. Kalau sekarang bisa 100 gelas lebih. Ini saya masih (nambah) stok lagi," kata Bagas saat ditemui Suara.com di lokasi.

Menurutnya, dagangannya semakin laku juga didukung oleh cuaca yang cerah dan panas, sehingga banyak peserta aksi membeli es kopi dagangannya.

Pedagang kopi keliling, Bagas di arena sekitar unjuk rasa, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). [Suara.com/Yaumal]

"Adanya unjuk rasa ini berdampak juga bagi kami. kan juga cuaca juga mendukung, karena panas, orang haus," katanya.

Dengan berkah yang diterimanya hari ini, Bagas berharap aksi unjuk rasa berjalan dengan aman dan kondusif. Selain itu, ia menginginkan agar tuntutan para demonstran benar-benar ditindaklanjuti oleh anggota DPR.

"Mudah-mudahan enggak chaos. Buat DPR juga harus dengar suara dari masyarakat," ucapnya.

Senada dengan Bagas, Wartono (38), seorang pedagang gorengan juga mengalami hal yang sama. Ia mengaku dagangannya laku keras.

Pada hari biasa, umumnya ia hanya mampu menjual 500 gorengan, namun berbeda dengan hari ini penjualannya meningkat menjadi dua kali lipat.

"Lumayan daripada hari-hari biasa. Kalau hari biasa itu 500 gorengan, kalau hari ini ada dua kali lipatnya," kata Wartono.

Defan pedagang tahu bulat yang turut menjajakan dagangannya juga mengalami peningkatan omset berkat unjuk rasa yang berlangsung.

Pada hari biasa, dirinya membawa pulang sekitar Rp 100 ribu, namun hari ini ia sudah mengantongi uang sekitar Rp 200 ribu.

"Lumayan (terjual) banyak. Hari ini sudah ada yang terjual 200 ribu. Kalau hari biasa Rp 100 ribuan," ujarnya.

Sebagaimana dilaporkan, aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa.

Pedagang tahu bulat, Defan di arena sekitar unjuk rasa, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). [Suara.com/Yaumal]

Beberapa kelompok yang turun ke jalan di antaranya Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), hingga Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).

Setiap kelompok mengusung agenda dan tuntutan yang beragam. Isu utama yang disuarakan mencakup desakan percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi, serta pengawalan terhadap implementasi program Makan Bergizi Gratis.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com