- Pusat perbelanjaan Senayan Park di Jakarta tutup lebih awal pada Kamis sore akibat aksi unjuk rasa di DPR-MPR.
- Pengelola memerintahkan seluruh toko serta restoran menghentikan operasional pukul 16.30 WIB demi keamanan.
- Demonstrasi tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat yang menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset dan pemberantasan korupsi.
Suara.com - Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Gedung DPR-MPR, Jakarta membuat Senayan Park yang berjarak sekitar satu kilometer dari titik aksi tutup lebih awal pada Kamis sore (27/8/2026).
Berdasarkan pengumuman yang disampaikan salah satu kafe yang berada di kawasan Senayan Park, pusat perbelanjaan tutup lebih awal pada pukul 16.30 WIB. Pada hari biasa mall tutup pada sekitar pukul 21.00 WIB di dalam mal, dan jam 22.00 WIB untuk restoran dan kafe yang berada di area luar.
Salah satu pramusaji menyebut keputusan tutup lebih awal merupakan perintah dari pihak pengelolah.
"Kami disuruh tutup lebih awal. Memang disampaikan oleh pihak pengelolah," kata pramusaji tersebut kepada Suara.com.
Berdasarkan pantauan Suara.com, sekitar pukul 16.30 WIB situasi di Senayan Park sudah mulai sepi. Sejumlah toko, restoran, dan kafe sudah mulai tutup. Lambu di dalam mal juga sudah dimatikan.
Restoran dan kafe yang berada di luar juga sudah mulai merapikan kursi. Sementara para pengunjung satu persatu mulai meninggalkan pusat perbelanjaan.
Sebagaimana dilaporkan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa.
Beberapa kelompok yang turun ke jalan di antaranya Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), hingga Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).
Setiap kelompok mengusung agenda dan tuntutan yang beragam. Isu utama yang disuarakan mencakup desakan percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi, serta pengawalan terhadap implementasi program Makan Bergizi Gratis.