- Analis Kiwoom Sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan pada Senin, 7 September 2026, bergerak variatif dengan pelemahan terbatas.
- Pergerakan pasar dipengaruhi eskalasi konflik Timur Tengah, kenaikan harga minyak, rilis data cadangan devisa, dan data tenaga kerja AS.
- Sejumlah analis merekomendasikan beberapa saham pilihan bagi investor untuk diperhatikan, seperti PTRO, TINS, AMRT, ELSA, dan SSMS.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan Senin (7/9/2026).
Pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen, mulai dari eskalasi konflik Timur Tengah, pergerakan harga minyak dunia, hingga rilis data cadangan devisa Indonesia.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang level support 6.575 dan resistance 6.718.
Dari sisi teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) bergerak turun, sedangkan Moving Average Convergence Divergence (MACD) cenderung landai.
"Kami berpandangan pasar akan dipengaruhi sentimen berlanjutnya tensi tinggi antara AS-Iran, didorong juga pernyataan Wakil Presiden AS yang menyatakan belum ada pembicaraan damai sampai Iran menghentikan serangan kepada kapal yang melalui Selat Hormuz," kata Oktavianus dalam risetnya, Senin (7/9/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran di pasar dan mendorong kenaikan harga minyak mentah.
Selain sentimen global, investor domestik juga akan mencermati rilis data cadangan devisa Indonesia. Oktavianus memperkirakan data tersebut masih mencatat surplus, meskipun berada dalam tren penurunan sejak awal tahun.
"Hal ini akan cenderung direspons moderat oleh pasar," ujarnya.
Untuk itu, ada beberapa saham yang bisa berpotensi cuan. Diantaranya adalah PTRO dengan strategi buy on break pada level 5.500. Saham tersebut memiliki level support 5.100 dan resistance 5.950.
Selain itu, ia merekomendasikan TINS untuk trading buy, dengan support 4.150 dan resistance 4.720.
Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat posisi IHSG pada perdagangan Senin masih rawan mengalami koreksi. Ia memperkirakan IHSG memiliki level support 6.596 dan resistance 6.705.
"Untuk Senin, posisi pergerakan IHSG rawan koreksi dengan support 6.596 dan resistance 6.705," kata Herditya.
Herditya mengatakan, investor juga akan mencermati sejumlah sentimen eksternal dan domestik.
Dari pasar global, perhatian tertuju pada hasil rilis nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed).
Selain itu, eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak terhadap kenaikan harga minyak dunia juga menjadi perhatian pelaku pasar.
Dari dalam negeri, investor akan mencermati rilis data cadangan devisa Indonesia, pergerakan nilai tukar rupiah, serta aliran dana asing di pasar saham.
"Untuk sentimen, kami perkirakan akan dipengaruhi oleh investor yang mencermati hasil rilis NFP AS yang diperkirakan akan memengaruhi kebijakan The Fed ke depannya, eskalasi konflik Timur Tengah yang mengakibatkan naiknya harga minyak dunia, rilis cadangan devisa Indonesia, serta nilai tukar rupiah dan flow asing ke depannya," jelas Herditya.
Sementara itu, investor mencermati saham AMRT pada kisaran 1.345-1.365, ELSA pada 780-830, serta SSMS pada 1.265-1.365.