Setahun Jabat Menkeu, Purbaya Akhirnya Buka-bukaan Kenapa Pakai Gaya Koboi

Selasa, 08 September 2026 | 15:46 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat medi briefing di RM Medan Baru, Sunter, Jakarta, Selasa (8/9/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Menkeu Purbaya menggunakan gaya komunikasi ceplas-ceplos saat menghadapi demo besar untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
  • Strategi omong besar tersebut bertujuan membentuk ekspektasi positif publik agar kondisi perekonomian nasional membaik.
  • Hasil dari strategi itu membuat ekonomi Indonesia menjadi lumayan stabil setelah keluar dari keterpurukan tahun lalu.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka-bukaan kenapa menerapkan gaya komunikasi ala koboi alias ceplas-ceplos dan berani saat pertama kali menjabat.

Usai setahun jabat Menkeu, Purbaya mengaku banyak mendapatkan keluhan hingga tertawaan orang-orang lantaran menggunakan gaya koboi tersebut.

Ia beralasan kalau saat pertama kali menjabat Menkeu, Indonesia saat itu menghadapi aksi demo besar-besaran. Makanya ia mesti mengembalikan kepercayaan masyarakat.
 
" Saya pernah belajar macroeconomics of self-fulfilling prophecy. Jadi kita membentuk ekspektasi, dan ekspektasi itu nanti biasanya ekonomi berjalan ke arah sana, cenderung ke arah sana. Dalam waktu dekat kan susah untuk itu. Ya terpaksa ya omong gede," katanya dalam media briefing di RM Medan Baru, Sunter, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Purbaya mengatakan kalau gaya koboi ini membuatnya dicap sombong oleh publik. Namun ia menegaskan kalau itu memang strategi yang disiapkan untuk membentuk ekspektasi positif publik.

"Jadi kalau kata pengetahuan itu, kata self fulfilling prophecy itu, kalau semua berpikir ekonomi akan bagus, nanti kenyataannya akan cenderung bagus," lanjutnya.

Apabila ekspektasi ekonomi membaik, maka itu berdampak ke banyak sektor. Mulai dari investor yang tak takut untuk investasi, masyarakat tak khawatir belanja, hingga perusahaan yang tak takut ekspansi.

Purbaya menyebut itu terjadi lantaran mereka menilai ekonomi akan membaik. Namun sebaliknya, jika masyarakat khawatir terjadi resesi ekonomi, itu akan benar-benar terjadi.

Maka dari itu, Purbaya menggunakan gaya koboi untuk menciptakan ekspektasi positif publik. Ia menegaskan kalau itu bukan untuk membuatnya sombong, tetapi memang strategi untuk membalikkan ekonomi ke arah positif.

"Paling kita lihat, boleh dibilang, selama setahun terakhir kan ekonominya sudah lumayan stabil. Walaupun ada protes di sana-sini ya, namun kita kan baru keluar dari keterpurukan, perlambatan yang signifikan sampai triwulan ketiga tahun lalu," jelas Purbaya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com