- Sejumlah warga dari berbagai wilayah mendatangi Gedung Kemensos, Jakarta Pusat, pada Kamis, 17 September 2026.
- Massa melakukan aksi protes karena penetapan desil 5 hingga 6 membuat anak-anak mereka kehilangan akses bantuan pendidikan.
- Para pengunjuk rasa berencana tidur di lokasi jika pihak Kemensos tidak segera memberikan jawaban atas aspirasi mereka.
Suara.com - Sejumlah warga menggelar aksi di depan Gedung Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).
Mereka datang untuk menyuarakan persoalan penetapan desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi warga.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, massa yang hadir didominasi ibu-ibu dari sejumlah wilayah, di antaranya warga Rusun Persaki, korban gusuran, Kramat Jati, Kalibaru, dan Penjaringan.
Sejumlah anak-anak juga terlihat dibawa oleh massa dalam aksi tersebut.
Warga yang hadir mengeluhkan kondisi mereka yang masuk dalam desil 5 hingga 6, meski mengaku masih mengalami kesulitan ekonomi.
Mereka menyebut kondisi tersebut membuat anak-anak mereka tidak dapat mengakses sejumlah bantuan pendidikan, termasuk Kartu Jakarta Pintar (KJP), hingga kesulitan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Untuk datang ke Kemensos, seluruh massa yang mengikuti aksi tersebut patungan masing-masing Rp10 ribu.
Uang tersebut digunakan untuk perjalanan menuju lokasi aksi menggunakan mobil odong-odong.
Dalam aksi, massa membawa panci yang digunakan sebagai alat musik.
Mereka juga menyanyikan seruan tentang persoalan desil, di antaranya, “Desil-desil yang salah, desil yang salah rakyat yang susah,” sebagai bentuk protes terhadap penetapan desil yang mereka persoalkan.
Massa menyatakan berencana tidur di depan Gedung Kemensos apabila aspirasi mereka tidak mendapatkan jawaban dari pihak Kemensos. (Reporter : Agustin Dwi Anggraini)