Harga Minyak Dunia Perlahan Turun, Tapi Konsisten di Angka 100 Dolar AS

Jum'at, 18 September 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi fasilitas minyak mentah. [Pexels].
BACA 10 DETIK
  • Harga minyak dunia terkoreksi satu persen selama tiga sesi berturut-turut pada perdagangan Jumat akibat optimisme distribusi.
  • Brent turun ke 103,77 dolar AS dan WTI melemah ke 100,88 dolar AS per barel di pasar global.
  • Arab Saudi berupaya memulihkan kapasitas pipa minyak dan menawarkan kargo tambahan untuk meredam gangguan pasokan.

Suara.com - Harga minyak dunia kembali terkoreksi sekitar 1 persen dan memperpanjang tren pelemahan hingga sesi ketiga berturut-turut pada perdagangan Jumat.

Kendati demikian, posisi harganya masih bertahan di atas level 100 dolar AS per barel di tengah optimisme pelaku pasar terhadap ketersediaan jalur distribusi alternatif bagi pasokan minyak Timur Tengah.

Mengutip dari Reuters, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 1,01 dolar AS atau 1 persen menjadi 103,77 dolar AS per barel pada pukul 00.20 GMT.

Penurunan serupa juga dialami oleh minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat yang terkoreksi 1,03 dolar AS atau 1 persen ke level 100,88 dolar AS per barel.

Sebelumnya, kedua acuan utama pasar minyak ini telah ditutup melemah sekitar 1 persen pada perdagangan Kamis.

Pelaku pasar tampak mengabaikan kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan baru, meskipun ketegangan geopolitik meningkat menyusul aksi saling serang lintas batas antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran.

Pemberontak Houthi berhasil menguasai Pelabuhan Mocha dan mengancam ekspor minyak Arab Saudi. (CNA)

Konflik tersebut memperluas peta peperangan di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, harga minyak sempat melesat ke level tertinggi dalam empat bulan terakhir pekan ini.

Lonjakan dipicu oleh laporan bahwa aktivitas pemuatan minyak mentah di terminal ekspor Laut Merah, Yanbu, Arab Saudi, dihentikan sementara, sementara Riyadh terpaksa membatalkan sejumlah pengiriman ke Eropa akibat kerusakan pada pipa minyak Timur-Barat (East-West pipeline) dalam serangan pekan lalu.

Hingga kini, sejumlah narasumber industri yang berbicara kepada Reuters memberikan estimasi beragam mengenai durasi perbaikan yang dibutuhkan untuk memulihkan arus pasokan minyak mentah melalui pipa tersebut.

Berdasarkan citra satelit dan keterangan tiga sumber industri, tiga stasiun pompa pipa dilaporkan mengalami kerusakan, jumlah yang lebih banyak dari asesmen awal.

Para trader memperkirakan penutupan jangka panjang pada jalur pipa ke Yanbu berpotensi memangkas hingga 4 persen dari total pasokan minyak global.

Meski demikian, Bloomberg melaporkan bahwa Arab Saudi berupaya memulihkan separuh kapasitas pipa minyak Timur-Barat dalam hitungan hari.

Sebagai langkah mitigasi, Riyadh juga menawarkan kargo minyak mentah tambahan kepada kilang-kilang di Asia melalui skema alih muat antarkapal (ship-to-ship) di perairan lepas Pelabuhan Sohar, Oman, guna meredam dampak gangguan distribusi.

Menteri Energi AS, Chris Wright, turut menyampaikan pandangan senada bahwa aliran minyak melalui pipa utama tersebut diperkirakan kembali normal dalam beberapa hari ke depan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com