- Harga minyak dunia terkoreksi satu persen selama tiga sesi berturut-turut pada perdagangan Jumat akibat optimisme distribusi.
- Brent turun ke 103,77 dolar AS dan WTI melemah ke 100,88 dolar AS per barel di pasar global.
- Arab Saudi berupaya memulihkan kapasitas pipa minyak dan menawarkan kargo tambahan untuk meredam gangguan pasokan.
Di tengah situasi yang dinamis, media pemerintah Iran melaporkan pada Jumat dini hari bahwa Angkatan Laut Garda Revolusi Iran telah menyerang sebuah kapal tanker berbendera Togo yang dituding berupaya melakukan pelayaran ilegal melalui Selat Hormuz pada hari Kamis.
Tingginya volatilitas ini membuat lembaga keuangan global, JPMorgan, menyatakan pada hari Kamis bahwa mereka untuk pertama kalinya tidak memiliki proyeksi dasar (baseline) yang jelas untuk pasar minyak sejak pecahnya perang AS-Israel melawan Iran.
Sementara itu, hubungan diplomatik kedua negara masih membeku setelah kesepakatan sementara yang dicapai pada Juni lalu kolaps dalam hitungan pekan.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa konflik tersebut akan kembali menjadi agenda pembahasan dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan depan, yang rencananya juga bakal dihadiri oleh delegasi dari Iran.