Beras Premium Hilang 5 Bulan, 25 Merek Fortifikasi 'Lenyap': Stok Ritel Makin Ngenes

Senin, 21 September 2026 | 15:00 WIB
Polda Metro Jaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan dan harga beras di sejumlah pasar serta pusat perbelanjaan di Kota Tangerang. [Suara.com/Polda Metro Jaya]
BACA 10 DETIK
  • Pengamat pertanian Khudori menyatakan penarikan 25 merek beras fortifikasi pada 15 September 2026 memperparah kelangkaan beras premium di ritel modern.
  • Kekosongan stok beras selama berhari-hari di berbagai daerah membuat konsumen hanya mendapati beras merah dan beras SPHP Bulog di gerai.
  • Pemerintah menugaskan Perum Bulog menggelontorkan 110.000 ton beras per bulan ke ritel modern guna menstabilkan ketersediaan pangan nasional.

Suara.com - Kelangkaan pasokan beras di jaringan ritel modern kian memprihatinkan. Ditariknya 25 merek beras fortifikasi dari pasaran akibat dugaan ketidaksesuaian standar mutu dan label kemasan pada 15 September 2026 lalu membuat stok beras di pasaran semakin kritis.

Pengamat Pertanian, Khudori, mengungkapkan bahwa hilangnya puluhan merek beras bervitamin dan bermineral tersebut memperburuk kelangkaan beras premium yang sebenarnya sudah berlangsung selama empat hingga lima bulan terakhir.

"Jika semula konsumen bisa mengalihkan pembelian beras premium ke beras fortifikasi yang harganya relatif berdekatan, kini keterbatasan beras fortifikasi sangat menyulitkan konsumen dalam mengakses beras," ujar Khudori dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

Kekosongan stok ini terpantau secara nyata di berbagai hipermarket, supermarket, hingga minimarket di sejumlah daerah. Berdasarkan pantauan Khudori, rak-rak beras di sejumlah supermarket tampak kosong melompong selama berhari-hari semenjak adanya instruksi penarikan produk.

Saat ini, pilihan yang tersedia bagi konsumen sangat terbatas. Di sejumlah gerai ritel, stok yang tersisa hanyalah beras khusus seperti beras merah serta beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) kualitas medium yang dikelola oleh Bulog.

Intervensi Bulog

Menyikapi krisis pasokan di ritel modern tersebut, pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk segera turun tangan menstabilkan ketersediaan. Manajemen Bulog menyatakan komitmennya untuk menggelontorkan pasokan sebanyak 110.000 ton beras per bulan khusus untuk jaringan ritel modern. Pasokan tersebut terdiri atas 75.000 ton beras premium dan 35.000 ton beras medium.

Di samping itu, Bulog juga menyiapkan 300.000 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang akan diolah menjadi beras premium dengan menggandeng Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi).

Kendati demikian, Khudori mengingatkan bahwa langkah Bulog belum sepenuhnya menjawab keresahan konsumen saat ini, mengingat beras fortifikasi yang selama ini menjadi jaring pengaman konsumen saat beras premium langka kini ikut menghilang.

"Situasi yang sudah berlangsung 4-5 bulan terakhir ini seolah mengulang rentetan kejadian tahun lalu, saat ramai isu 'beras oplosan' yang berujung pada hilangnya beras premium dari etalase ritel modern," pungkas Khudori.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com