Suara.com - Bursa Amerika Serikat menampung sebagian besar perusahaan teknologi dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Akibatnya, nama-nama yang produknya dipakai sehari-hari di Indonesia justru diperdagangkan di Nasdaq dan NYSE, bukan di bursa domestik.
Akses ke pasar tersebut kini terbuka lewat aplikasi saham luar negeri yang melayani investor ritel Indonesia. Salah satu emiten yang paling sering dicari adalah saham AAPL, kode perdagangan Apple Inc. di Nasdaq. Daya tarik emiten ini berasal dari skala bisnis, inovasi, dan siklus produk yang rutin menjadi sorotan global.
Lantas, apa saja yang perlu diketahui tentang salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia ini? Sila simak ulasan berikut untuk menemukan profil perusahaan, sumber pendapatan, kinerja terbaru, dan hal teknis yang perlu dipahami.
Profil Apple dan Posisinya di Bursa Amerika
Apple Inc. berdiri pada 1 April 1976, didirikan oleh Steve Jobs, Steve Wozniak, serta Ronald Wayne. Kantor pusat Apple berada di Apple Park, Cupertino, California. Pencatatan saham perdananya berlangsung pada 12 Desember 1980 di bursa Nasdaq dengan kode AAPL.
Kapitalisasi pasar Apple tercatat sekitar USD4,85 triliun per 15 September 2026, menempatkannya di peringkat kedua dunia. Konsekuensinya, pergerakan AAPL ikut memengaruhi arah indeks acuan seperti Nasdaq dan S&P 500. Apple juga membagikan dividen kuartalan, tercatat sebesar USD0,27 per saham yang dibayarkan pada 13 Agustus 2026.
Komposisi Pendapatan
Pada kuartal fiskal ketiga 2026 yang berakhir 27 Juni 2026, Apple membukukan pendapatan USD109,4 miliar. Rinciannya, iPhone menyumbang USD54,25 miliar atau sekitar 49,6% dari total pendapatan, sedangkan segmen Services menyusul dengan USD30,74 miliar atau sekitar 28,1%.
Sisa pendapatan tersebar di tiga kategori perangkat dengan arah pertumbuhan berbeda. Angkanya adalah Mac sebesar USD10,35 miliar dengan pertumbuhan 29%, Wearables Home and Accessories USD7,88 miliar tumbuh 6%, dan iPad USD6,19 miliar turun 6%. Konsekuensinya, kinerja kuartalan Apple masih sangat ditentukan oleh siklus penjualan iPhone.
Pendapatan kuartal fiskal ketiga 2026 tumbuh 16% secara tahunan dengan laba bersih sebesar USD29,79 miliar, naik 27% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Laba per saham terdilusi tercatat USD2,02, meningkat dari USD1,57. Angka tersebut memuat dampak positif USD0,11 dari pengembalian tarif yang sifatnya tidak berulang.
Perubahan struktural terbesar dalam 12 bulan terakhir datang dari pergantian pucuk pimpinan. Pergantian ini menjadi pergantian CEO pertama Apple dalam 15 tahun, sehingga eksekusi transisi menjadi hal yang dipantau pasar. Tim Cook beralih menjadi Executive Chairman dan John Ternus menjabat CEO, efektif sekitar 1 September 2026.
Hal Teknis yang Perlu Dipahami Investor Indonesia
Jam perdagangan utama bursa Amerika berlangsung dari pukul 09.30 sampai 16.00 waktu Timur Amerika Serikat. Jika dikonversi ke Waktu Indonesia Barat, sekitar pukul 20.30 sampai 03.00 WIB saat Amerika menerapkan waktu musim panas. Pada periode waktu standar, jadwalnya bergeser menjadi sekitar pukul 21.30 sampai 04.00 WIB.
Investor Indonesia menanggung dua sumber risiko sekaligus ketika memegang saham Amerika. Pertama, pergerakan harga dalam dolar Amerika Serikat; kedua, fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar. Untuk pajak dividen, investor ritel Indonesia dikenakan potongan 15% berdasarkan perjanjian penghindaran pajak berganda, dengan syarat menyerahkan Form W-8BEN. Tanpa dokumen ini, potongannya bisa mencapai 30%.
Akses Saham Apple Lewat Ajaib
Apple adalah emiten Nasdaq dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di dunia yang pendapatannya masih didominasi oleh iPhone. Segmen Services menjadi penopang kedua, sementara transisi kepemimpinan ke John Ternus menjadi agenda besar tahun ini.
Untungnya, Anda bisa membeli saham perusahaan global tanpa menuntut modal besar maupun rekening di luar negeri. Anda bisa beli saham AS mulai dari $1 saja.
Ajaib menyediakan akses ke lebih dari 650+ saham perusahaan Amerika Serikat, termasuk Apple, Amazon, NVIDIA, dan Tesla. Skema fractional share memungkinkan pembelian dimulai dari USD1, sehingga saham berharga tinggi tetap terjangkau.
Ada kabar baik untuk kamu yang baru memulai menjadi investor di saham AS. Sebab saat ini Ajaib sedang mengadakan Program Trading Saham AS Pertama Kali, Dapatkan Kesempatan Memenangkan Hadiah Total Saldo Rekening Saham AS Rp30 Juta. Baca syarat dan ketentuan selengkapnya di website Ajaib.
Ajaib merupakan platform investasi yang terdaftar dan diawasi OJK. Anda bisa mulai menelusuri daftar saham Amerika dengan mengunduh aplikasi Ajaib atau mengunjungi ajaib.co.id. ***