Pemulihan Korban Gempa NTT Belum Tuntas, Bantuan Terus Mengalir ke 21 Desa

Jum'at, 06 November 2026 | 20:10 WIB
Bantuan Gempa NTT (Dok. Ist)
BACA 10 DETIK
  • Yayasan Gugah Nurani Indonesia menyalurkan bantuan lanjutan bagi korban gempa NTT di Manggarai Barat dan Timur sejak 11 Oktober 2026.
  • Bantuan kemanusiaan tersebut mencakup 525 paket sembako, 1.050 selimut, terpal, serta logistik kesehatan untuk puluhan desa dan puskesmas.
  • Program pemulihan ini didukung oleh berbagai mitra usaha serta konser amal yang mengumpulkan donasi sebesar Rp7.799.222.

Suara.com - Pemulihan warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih membutuhkan perhatian dan pendampingan berkelanjutan meski masa tanggap darurat telah berlalu.

Menyadari proses pemulihan yang tidak bisa berlangsung dalam waktu singkat, Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) terus menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa yang terjadi pada Agustus lalu.

Penyaluran bantuan susulan tersebut mulai dilakukan sejak 11 Oktober 2026 dengan menyasar sejumlah wilayah di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama ketika perhatian publik terhadap bencana mulai berkurang.

Dalam menjalankan program kemanusiaan tersebut, GNI menghimpun dukungan dari para Good Neighbors di seluruh Indonesia melalui platform crowdfunding dan situs resmi yayasan. Bantuan juga datang dari sejumlah mitra dan pelaku usaha.

Salah satunya CusCus, merek perawatan kulit anak, yang menyumbangkan 350 produk berupa 140 lotion, 140 krim perawatan kulit, serta 70 tumbler untuk anak-anak di wilayah terdampak.

Dukungan lainnya datang dari Bajawa Coffee bersama sejumlah musisi Tanah Air yang menggelar konser amal kemanusiaan, hingga terkumpul donasi sebesar Rp7.799.222 yang disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar 50 kepala keluarga (KK).

Bantuan Menjangkau 21 Desa dan Puskesmas

Dalam pelaksanaannya, GNI mendistribusikan 525 paket sembako dan sanitasi kepada masyarakat di 21 desa di Kabupaten Manggarai Barat.

Setiap paket berisi sejumlah kebutuhan pokok dan sanitasi, antara lain beras, minyak goreng, pembalut, gula, dan garam.

Sementara di Kabupaten Manggarai Timur, bantuan difokuskan untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus pelayanan kesehatan.

Sebanyak 35 terpal disalurkan ke tujuh puskesmas. Selain itu, masker dan obat tetes mata didistribusikan ke sembilan puskesmas untuk menunjang pelayanan kesehatan warga.

GNI juga membagikan 1.050 selimut kepada masyarakat terdampak guna membantu memenuhi kebutuhan perlindungan dan kenyamanan selama masa pemulihan.

Executive Director Gugah Nurani Indonesia, Fransisca Sianturi, berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak, khususnya anak-anak di Manggarai Barat dan Manggarai Timur.

"Kami berharap bantuan ini dapat menjadi manfaat yang berarti bagi saudara-saudara kita yang terdampak, terkhusus anak-anak yang terdampak juga di daerah sana (Manggarai Barat dan Manggarai Timur)," ujar Fransisca.

Menurut GNI, pemulihan pascagempa tidak cukup hanya dilakukan dengan memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa darurat. Pendampingan juga diperlukan agar warga dapat kembali menjalani kehidupan secara mandiri.

Karena itu, keberlanjutan dukungan dari masyarakat dan berbagai mitra menjadi bagian penting dalam proses pemulihan warga terdampak gempa di NTT.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com