Asing Mulai Borong Lagi, Saham BUMI Siap Rebound ke Level Ini?

Selasa, 22 September 2026 | 09:28 WIB
PT BUMI Resources Tbk [Suara.com/HD-AI]
BACA 10 DETIK
  • CGS International Sekuritas memproyeksikan saham BUMI berpeluang naik ke level Rp196–Rp199 pada perdagangan Selasa (22/9/2026).
  • Saham BUMI ditutup melemah di level Rp192 di BEI pada Senin (21/9/2026) di tengah masuknya dana asing sebesar Rp13,3 miliar.
  • Emiten tambang ADRO mengalami penurunan harga ke level Rp2.640 akibat aksi jual bersih asing sebesar Rp169,7 miliar.

Suara.com - Saham konglomerat Grup Bakrie dan Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), diproyeksikan memiliki ruang untuk kembali merangkak naik menuju level resistensi. Bagi para investor yang ingin mengoptimalkan keuntungan, pandangan teknikal terbaru ini dapat menjadi acuan dalam mengambil posisi.

Berdasarkan analisis CGS International Sekuritas Indonesia untuk perdagangan Selasa (22/9/2026), laju saham BUMI dalam jangka pendek berpeluang menyentuh target harga di kisaran Rp196 hingga Rp199 per saham. Untuk menahan risiko penurunan, sekuritas ini mencatat bahwa BUMI memiliki bantalan support yang cukup solid pada area Rp187 sampai Rp190.

Menilik kinerja pada perdagangan sehari sebelumnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/9/2026), saham BUMI ditutup melemah tipis 0,52% ke level Rp192. Jika ditarik ke belakang, kinerja saham ini memang masih berada dalam tekanan, dengan penurunan 7,6% dalam sepekan dan anjlok 47,5% sejak awal tahun berjalan (year to date/YTD). Namun, secara bulanan, BUMI masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 1,05%.

Menariknya, di tengah pelemahan harga pada perdagangan Senin tersebut, arus modal asing justru mulai masuk. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) pada saham BUMI senilai Rp13,3 miliar.

Masuknya dana asing pada awal pekan ini menjadi angin segar setelah BUMI sempat didera tekanan jual yang masif pada pekan sebelumnya. Sepanjang minggu lalu yang berakhir pada Jumat (18/9/2026), investor asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) hingga Rp178,7 miliar di pasar reguler.

Aksi pelepasan barang oleh asing tersebut memaksa saham BUMI terkoreksi 4,4% dan parkir di posisi Rp193 pada penutupan Jumat lalu. Angka tersebut juga membawa BUMI merosot 8,9% dalam sepekan, meskipun secara hitungan bulanan saat itu masih mencetak kenaikan 6,6%.

Ternyata, fenomena keluarnya dana asing pada akhir pekan lalu tidak hanya menyasar BUMI. Emiten tambang lainnya, yakni saham ADRO, turut menjadi sasaran net sell asing dengan nilai mencapai Rp169,7 miliar pada periode yang sama.

Imbasnya, saham ADRO tergelincir 1,1% ke harga Rp2.640 pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Kendati pergerakannya cenderung stagnan dalam sepekan terakhir, performa saham ADRO secara akumulasi sejak awal tahun (YTD) masih sangat impresif dengan lonjakan mencapai 45,8%.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com