Empat Badai Hantam Industri Nasional: Impor hingga Daya Beli

Rabu, 23 September 2026 | 13:10 WIB
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (23/9/2026). [Suara.com/Fakhri]
BACA 10 DETIK
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengungkap empat tekanan manufaktur nasional di Jakarta pada Rabu.
  • Tekanan tersebut meliputi banjir impor, ketidakpastian geopolitik, kenaikan harga minyak, dan pelemahan daya beli.
  • Kondisi simultan ini menyebabkan kinerja industri nasional tertekan dari berbagai arah secara bersamaan.

Bagi sektor manufaktur, kenaikan harga minyak tidak hanya berdampak pada biaya bahan bakar. Kenaikan tersebut juga merembet ke biaya logistik dan bahan baku petrokimia.

Ilustrasi harga minyak dunia. [Unsplash]

"Saya mendapat laporan bahwa harga Brent sudah rata-rata 101 dolar per barel sejak Mei. Dan bagi kami di industri, ini bukan hanya sekadar angka di layar. Setiap kenaikan dari harga minyak ini tertransmisi langsung pada kenaikan biaya produksi," kata Agus.

Menurut dia, sejumlah industri yang menggunakan bahan baku petrokimia ikut merasakan tekanan tersebut, terutama plastik dan karet.

"Di situ ada kenaikan biaya bahan bakar, biaya logistik, dan bahan baku petrokimia seperti plastik, karet sintetis, dan serat poliester. Inilah yang kemudian menekan industri plastik dan karet," ungkapnya.

Sementara tekanan keempat berasal dari daya beli masyarakat. Agus melihat konsumen kini cenderung lebih berhati-hati dalam melakukan pengeluaran.

"Kita melihat konsumen mungkin sedang berhati-hati dalam belanjanya, lebih berhati-hati. Empat tekanan tersebut tidak berdiri sendiri, saling berkait dan saling menguatkan," jelas Agus.

Ia menjelaskan, industri harus menghadapi tekanan biaya dari sisi energi dan persaingan dari produk impor murah, sementara permintaan dari dalam negeri juga tidak sekuat sebelumnya.

"Baik dari sisi energi, harga ditekan dari sisi impor murah, dan permintaan melemah dari sisi daya beli. Industri kita terjepit dari tiga arah sekaligus," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com