Antam Beli 9 Ton Emas dari Freeport, Diproduksi di Gresik

Senin, 28 September 2026 | 13:23 WIB
PT Antam membeli 9 ton emas dari fasilitas pemurnian PT Freeport Indonesia di Gresik selama Januari hingga Agustus 2026. [Antara]
BACA 10 DETIK
  • PT Antam membeli 9 ton emas dari fasilitas pemurnian PT Freeport Indonesia di Gresik selama Januari hingga Agustus 2026.
  • Kerja sama strategis tersebut bertujuan untuk memperkuat rantai pasok emas nasional serta memastikan kepastian pasokan bahan baku domestik yang berkualitas.
  • Penjualan emas Antam pada semester pertama 2026 mencapai 18,08 ton dengan nilai penjualan sebesar Rp50,39 triliun.

Suara.com - Sebanyak 9 ton emas telah dibeli PT Antam (Persero) Tbk atau ANTAMdari PT Freeport Indonesia (PTFI) sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Emas tersebut diproduksi melalui fasilitas precious metals refinery (PMR) milik PTFI di Gresik, Jawa Timur.

Sinergi kedua perusahaan mempertemukan kekuatan industri emas dari sisi hulu hingga hilir sekaligus menciptakan kepastian pasokan bahan baku emas domestik yang berkualitas dan dapat ditelusuri.

"Sinergi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat rantai pasok emas nasional sekaligus memastikan sumber daya mineral Indonesia dapat memberikan nilai tambah yang semakin besar di dalam negeri," kata Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto.

Untung mengatakan peningkatan penyerapan emas domestik menjadi bagian penting dari strategi perseroan untuk memperkuat bisnis emas secara berkelanjutan sekaligus membangun rantai pasok emas nasional yang semakin terintegrasi.

ANTAM dan PTFI sebelumnya telah menjalin kerja sama jual beli emas dengan kapasitas hingga 30 ton per tahun.

Emas tersebut berasal dari hasil pemurnian PTFI melalui fasilitas PMR di Gresik dengan tingkat kemurnian 99,99 persen.

Selain PTFI, ANTAM juga memperkuat sumber pasokan emas domestik melalui kerja sama dengan sejumlah produsen emas nasional, antara lain PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Merdeka Group, PT Citra Palu Minerals (CPM), PT Agincourt Resources, PT Sumbawa Jutaraya (SJR), PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), dan PT Indo Muro Kencana (IMK).

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya ANTAM membangun rantai pasok emas nasional yang semakin kuat, terdiversifikasi, dan berkelanjutan.

Langkah itu juga mendukung pengembangan ekosistem bullion nasional serta meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia di dalam negeri.
Penguatan pasokan domestik menjadi semakin penting seiring besarnya kontribusi bisnis emas terhadap kinerja ANTAM.

Pada semester I 2026, perseroan mencatat volume penjualan emas sebesar 18.080 kilogram atau 18,08 ton dengan nilai penjualan mencapai Rp50,39 triliun, tumbuh 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp49,68 triliun.

Penjualan emas memberikan kontribusi sekitar 80 persen terhadap total penjualan bersih ANTAM pada semester I 2026 yang mencapai Rp62,71 triliun. Sementara itu, produksi emas dari tambang ANTAM tercatat sebesar 433 kilogram.

Ke depan, perusahaan negara di sektor tambang dan pengolahan mineral ini berkomitmen meningkatkan penyerapan sumber emas domestik dan memperkuat sinergi dengan para produsen emas nasional.
Hal ini dilakukan guna membangun ekosistem emas Indonesia yang semakin terintegrasi dari hulu hingga hilir serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com