Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:09 WIB
Calon penumpang mengantre cek in di Bandara Dhoho Kediri, Jawa Timur, Senin (10/11/2025). [ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/bar]
BACA 10 DETIK
  • PT Surya Dhoho Investama mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri setelah memperoleh izin BUBU dari Kemenhub.
  • Terbitnya dua dokumen regulasi resmi dari Kementerian Perhubungan mengakhiri skema Kerja Sama Operasi bersama Angkasa Pura Indonesia.
  • Pengelolaan mandiri ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional serta memacu konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Selingkar Wilis.

Suara.com - PT Surya Dhoho Investama (SDHI) secara resmi mengambil alih tata kelola dan pengoperasian Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri. Langkah strategis ini Gudang Garam (GGRM) ini direalisasikan setelah perusahaan mengantongi perizinan sebagai Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Kepastian hukum operasional mandiri tersebut ditandai dengan diterbitkannya Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Nomor KP-DJPU 216 Tahun 2026 tentang Penetapan Bandar Udara yang Dikelola oleh PT Surya Dhoho Investama. Selain itu, SDHI telah memegang Sertifikat Standar BUBU Nomor 81201089920010005 atas nama PT Surya Dhoho Investama.

Dengan terbitnya dua dokumen regulasi penentu tersebut, skema Kerja Sama Operasi (KSO) yang sebelumnya terjalin antara SDHI dan PT Angkasa Pura Indonesia dalam mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara resmi berakhir. Pengelolaan dan pengoperasian bandara selanjutnya dilaksanakan langsung oleh manajemen SDHI.

Penguatan Fleksibilitas Operasional dan Respons Pasar
Direktur Operasi, Safety dan Pengembangan PT Surya Dhoho Investama, Okky Riana Hartadi, menegaskan bahwa penetapan status baru ini menjadi pijakan penting bagi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan penerbangan.

"Perolehan Sertifikat Standar Badan Usaha Bandar Udara menjadi tonggak penting bagi PT Surya Dhoho Investama dalam mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri," ujarnya kepada wartawan, Minggu (4/10/2026).
Okky menambahkan, status BUBU memberikan keleluasaan bagi perusahaan untuk melakukan pengembangan infrastruktur serta mempercepat penyesuaian layanan sesuai dengan dinamika kebutuhan industri penerbangan.

"Dengan status sebagai BUBU, kami memiliki ruang yang lebih luas untuk mengoptimalkan pengelolaan, mengembangkan layanan, serta merespons kebutuhan pasar dan masyarakat secara lebih cepat dan adaptif," pungkasnya.
Dorong Aksesibilitas dan Ekonomi Kawasan Selingkar Wilis
Pengelolaan mandiri oleh SDHI ini dirancang untuk memaksimalkan potensi keberadaan Bandara Internasional Dhoho Kediri yang berada di dalam kawasan strategis Selingkar Wilis, Jawa Timur. Bandara ini diproyeksikan menjadi simpul utama dalam memperkuat jaringan konektivitas udara antarwilayah.

Peningkatan efisiensi dan fleksibilitas pengoperasian bandara ditargetkan dapat memacu mobilitas masyarakat, sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi, peluang bisnis, dan sektor pariwisata di kabupaten/kota sekitar Jawa Timur secara terpadu.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com