500 Dapur MBG Kena Suspend, Ada yang Masak di Bawah Sarang Burung Walet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:46 WIB
Kepala BGN, Sudaryono. [Suara.com/Fakhri]
BACA 10 DETIK
  • Badan Gizi Nasional menangguhkan sekitar 500 dapur program Makan Bergizi Gratis di berbagai lokasi pada Senin, 5 Oktober 2026.
  • Penangguhan dilakukan akibat masalah fasilitas pengelolaan limbah, kasus keracunan makanan, serta lokasi dapur yang tidak memenuhi standar kebersihan.
  • Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menyatakan dapur yang ditangguhkan harus melalui pemeriksaan ketat dan satu dapur bahkan ditutup permanen.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan atau suspend sekitar 500 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan ratusan dapur tersebut merupakan bagian dari sekitar 1.100 dapur yang hingga kini belum mendapatkan Surat Penetapan Penerima Manfaat (SPS). Tanpa SPS, dapur tidak diperbolehkan melayani program MBG.

"Kalau nggak salah ada sekitar 1.100 per hari ini yang kita belum keluarkan SPS-nya. Nah itu tidak bisa melayani. Dari 27.022 tadi, dari 1.100 tadi itu kira-kira 500-an itu suspend," ujarnya di Kantor Kementan, Senin (5/10/2026).

Sudaryono menjelaskan status suspend diberikan karena berbagai persoalan yang perlu diperiksa dan diperbaiki. Di antaranya berkaitan dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dugaan atau kejadian keracunan makanan, hingga persoalan lain yang membutuhkan perbaikan.

"Suspend itu ya karena IPAL, atau karena pernah ada pernah keracunan makanan, kemudian ada perbaikan macam-macam itu ada sekitar 500," ujarnya.

Ilustrasi SPPG. [ANTARA]

Menurut Sudaryono, dapur yang berstatus suspend tidak otomatis dapat kembali beroperasi. BGN akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan dapur tersebut memenuhi standar keamanan dan higienitas sebelum diizinkan melayani penerima manfaat.

"500 suspend itu kita lihat, kalau misalnya contoh kita suspend untuk diperiksa, ternyata diperiksa kami udah," kata Sudaryono.

Ia mencontohkan salah satu dapur yang ditemukan tidak memenuhi standar keamanan sehingga harus ditutup secara permanen. Dapur tersebut diketahui memasak makanan di lokasi yang berada di bawah sarang burung walet.

"Ada satu dapur misalnya di bawah masak di atas sarang burung walet ya tutup permanen," ujarnya.

Sudaryono menegaskan BGN ingin menerapkan standar keamanan dan kebersihan yang tinggi dalam pelaksanaan program MBG. Hal ini karena makanan yang disediakan merupakan makanan siap saji yang rentan mengalami kerusakan jika tidak ditangani dengan benar.

"Jadi kita ingin, kita ingin standar kita tinggi. Maksudnya standar keamanannya tinggi, standar higienisnya tinggi," kata Sudaryono.

Ia membandingkan makanan MBG dengan produk makanan yang memiliki daya tahan lebih lama. Menurutnya, makanan siap saji membutuhkan penanganan yang lebih ketat karena mudah basi.

"Jadi mesti bener penanganannya," tuturnya.

Saat ini terdapat 27.022 dapur SPPG yang tercatat beroperasi. Namun, BGN masih melakukan penataan agar seluruh dapur yang melayani MBG memenuhi persyaratan, termasuk dari sisi keamanan makanan dan data penerima manfaat.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com