FTSE Russell Pertahankan Indonesia di Posisi Emerging Market

Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:40 WIB
FTSE Russell mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market dalam evaluasi pasar pada Rabu, 7 Oktober 2026. [Antara]
BACA 10 DETIK
  • FTSE Russell mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market dalam evaluasi pasar pada Rabu, 7 Oktober 2026.
  • Regulator pasar modal Indonesia menerapkan berbagai reformasi seperti peningkatan keterbukaan informasi dan batas minimum free float.
  • Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 0,75 persen mengikuti penurunan bursa saham di kawasan Asia.

Suara.com - Penyedia indeks global FTSE Russell mempertahankan Indonesia di Secondary Emerging Market dalam evaluasi pasar periode Oktober 2026.

Keputusan itu diambil setelah FTSE Russell mengevaluasi efektivitas reformasi pasar modal Indonesia, setelah pada awal tahun diguncang oleh pembekuan indeks pada Maret, Juni dan September lalu.

"Status Indonesia sebagai secondary emerging market tidak berubah," tulis FTSE dalam pengumumannya Rabu (7/10/2026).

Meskipun demikian, FTSE Russell menyatakan akan tetap mengevaluasi efektivitas reformasi pasar modal Indonesia, yang dilakukan oleh regulator.

Sejumlah langkah reformasi telah diambil oleh Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan di pasar modal. Antara lain adalah peningkatan keterbukaan informasi pemegang saham, granularisasi data investor, peningkatan batas minimum free float, hingga fungsi pengawasan pasar.

Lebih lanjut FTSE mengatakan akan terus memantau implementasi dan efektivitas reformasi yang diterapkan di pasar modal, serta terus berkomunikasi dengan para pelaku pasar untuk mendapatkan masukkan.

Sementara itu IHSG pada Rabu sore ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 46,21 poin atau 0,75 persen ke posisi 6.146,76. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,44 poin atau 0,40 persen ke posisi 605,72.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor keuangan yang menguat sebesar 0,04 persen.

Sedangkan, sepuluh sektor melemah yaitu sektor energi turun paling dalam sebesar 1,48 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor barang konsumen primer yang turun masing-masing sebesar 1,28 persen dan 1,21 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu AKKU, ASMI, PGLI, MPXL dan INCI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni UANG, ROCK, INTD, AGAR dan GMTD.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,53 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 47,78 miliar lembar saham senilai Rp36,19 triliun. Sebanyak 280 saham naik 390 saham menurun, dan 293 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 0,76 persen ke 70,150,00, indeks Kospi melemah 1,98 persen ke 6.803,90, indeks Hang Seng melemah 0,62 persen ke 24.130,50, dan indeks Strait Times melemah 1,63 persen ke 5.608,44.

Sementara itu, indeks Shanghai (China) libur dalam rangka memperingati Golden Week atau Hari Nasional China.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com