2 Tahun Prabowo-Gibran, Suahasil Klaim Efisiensi Anggaran Bikin APBN Lebih Berdampak ke Rakyat

Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:03 WIB
Menteri Keuangan Suahasil Nazara. [Dok. Kemenkeu]
BACA 10 DETIK
  • Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan efisiensi anggaran sebesar Rp306 triliun pada Januari 2025 membuat APBN semakin berdampak bagi rakyat.
  • Pemerintahan Prabowo-Gibran menjalankan berbagai program unggulan di Hotel Kempinski Jakarta meliputi Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda.
  • Pemerintah juga melaksanakan program kesehatan berupa cek kesehatan gratis bagi jutaan warga serta renovasi puskesmas dan RSUD.

Suara.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai kalau kebijakan efisiensi anggaran dalam dua tahun Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka justru bikin Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih berdampak kepada rakyat.

Menkeu Suahasil mulanya bercerita kalau saat Presiden RI Prabowo Subianto dilantik menggantikan Joko Widodo (Jokowi), kebijakan awal yang dilakukan adalah efisien anggaran.

"Januari 2025, jangan lupa, kita mendapatkan perintah. Ketika itu melakukan efisiensi anggaran dikaliber Rp306 triliun. Nah tentu waktu itu cukup banyak sekali beritanya, dua tahun yang lalu seperti itu," katanya di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Suahasil tak menampik kalau kebijakan efisiensi yang dilakukan Pemerintah seolah hanya sekadar pemangkasan anggaran. Namun dari kebijakan itu, ia menilai kalau APBN justru dibuat demi berdampak ke masyarakat.

"Kesannya adalah potong-potong-potong anggaran. Tapi sebenarnya di balik potong anggaran tersebut adalah pijakan fundamental fondasi untuk membuat APBN yang lebih berdampak kepada masyarakat. Sehingga efisiensi tersebut bisa digunakan untuk program unggulan bagi rakyat," beber dia.

Bendahara Negara lalu memaparkan sejumlah program Pemerintah yang sudah berjalan selama dua tahun terakhir. Untuk Makan Bergizi Gratis (MBG), Suahasil tak menyangkal kalau program ini banyak dibicarakan publik.

Prabowo-Gibran (Instagram/gibran_rakabuming)

Namun dia optimistis kalau Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan Sudaryono, program itu bakal mengalami perbaikan.

"Tetapi saya yakin dalam beberapa bulan terakhir kita bisa melihat di bawah kepemimpinan Badan Gizi Nasional yang baru, terjadi perbaikan, perbaikan mengenai pengelolaan yang kemudian perbaikan-perbaikan ini diterima, dijalankan, dan menjadi bagian dari fondasi yang baik," paparnya.

Selain itu, Pemerintah juga memiliki program Sekolah Rakyat yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga tak mampu, khususnya desil 1 maupun desil 2 yang ada di bawah.

Menurutnya, para siswa yang masuk ke Sekolah Rakyat adalah upaya Pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan.

"Jangan ada generasi berikutnya yang harus ter-expose kepada kemiskinan," imbuhnya.

Ada pula program Sekolah Unggul Garuda untuk kelompok masyarakat siswa berprestasi karena menggunakan kurikulum International Baccalaureate (IB), sistem kurikulum campurang yang memadukan standar nasional dengan standar internasional.

"Masuk ke sekolah Garuda, kita harapkan keluar nanti menjadi kebanggaan Indonesia di dunia internasional," katanya.

Selain pendidikan, ada pula program terkait kesehatan yang mencakup Cek Kesehatan Gratis. Sepanjang tahun 2025, Cek Kesehatan Gratis telah menyasar 70,3 juta masyarakat Indonesia.

Sedangkan untuk tahun 2026, 99,1 juta masyarakat sudah memanfaatkan cek kesehatan gratis per September. Bahkan program CKG ini juga mulai menyasar ke sekolah-sekolah.

Lebih lanjut Suahasil menerangkan kalau Pemerintah juga melakukan program lain seperti renovasi puskesmas maupun renovasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Fasilitas itu kini diberikan alat lebih lengkap.

"Tugas kami adalah menjaga agar stabilitas ekonomi dan fiskal bisa tetap terjaga. Kita harus lakukan terus, memastikan bahwa ekonomi tumbuh stabil, pajaknya membaik," jelasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com